Waspada DBD

Bocah yang Diduga Terkena DBD Meninggal Dunia Saat Dirawat di Rumah Sakit di Purwakarta

Satu pasien diduga DBD meninggal dunia di Purwakarta saat dirawat di rumah sakit.

Penulis: Haryanto | Editor: taufik ismail
Pixabay.com
Nyamuk penyebab DBD. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang sedang meningkat di Purwakarta pada awal tahun ini memakan korban.

Faza Rifatul Hadanah (7) dikabarkan meninggal dunia karena DBD.

Bocah warga Desa Tegaldatar, Maniis, Purwakarta itu meninggal dunia saat dirawat di RSUD Bayu Asih.

Korban diduga meninggal dunia karena penyakit yang disebabkan adanya gigitan dari nyamuk aedes aegypti.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Purwakarta, Muhammad Zubaedi membenarkan hal tersebut.

Diketahui, korban yang merupakan anak pasangan Muslih Amrullah dan Nurjanah itu meninggal dunia pada Kamis (24/1/2019) malam.

"Iya, benar, ada satu orang warga berumur tujuh tahun diduga DBD meninggal dunia pada malam Jumat lalu," kata Zubaedi saat dikonfirmasi oleh Tribun Jabar melalui pesan singkat, Rabu (30/1/2019).

Ia menambahkan pada bulan Januari ini setidaknya ada lebih dari 70 orang menjadi pasien DBD.

Namun Zubaedi mengatakan puluhan orang itu masih diduga atau suspect DBD.

Untuk memastikan pasien benar-benar positif terjangkit DBD harus melalui pemeriksaan medis lebih lanjut.

Namun, dengan adanya korban meninggal dunia itu, Zubaedi mengatakan, pihaknya akan berupaya lebih melakukan penyuluhan kepada masyarakat.

"Warga diharapkan kembali menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Mulai kembali rutin melakukan 3M, menutup, menguras, dan mengubur," ucapnya.

Warga pun diminta untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk melakukan gerakan satu rumah satu Jumantik (G1R1J).

Pihaknya pun akan melakukan pengasapan di sejumlah daerah, khsususnya di daerah yang warganya banyak DBB.

Termasuk di Kecamatan Maniis, sebab telah ada warga yang terindikasi DBD hingga menyebabkan meninggal dunia.

Direncanakan kegiatan pengasapan akan dilaksanakan pada pekan depan.

Dikonfirmasiterpisah Wakil Direktur RSUD Bayu Asih, Deni Darmawan mengatakan pihaknya telah merawat puluhan pasien suspect DBD.

Deni mengatakan setidaknya ada 42 orang selama Januari 2019 yang dirawat karena terduga DBD.

Ia menambahkan, sejumlah pasien telah pulang dan hampir semua pasien telah berangsur membaik.

"Tapi, yang kita rawat ini statusnya masih suspect. Belum ada yang terindikasi positif terkena DBD" ucapnya.

Kasus DBD di Kabupaten Cirebon Meningkat Dua Kali Lipat Dalam Waktu Sepekan

Asap Fogging Untuk Berantas Nyamuk DBD Dinilai Berbahaya, Kadinkes Cimahi Sarankan Lakukan PSN

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved