Dua Penumpang Helikopter yang Mendarat Darurat di Gekbrong Sudah Dijemput Polisi
Namun ia mengatakan tak mungkin menembus kaki Gunung Gede karena kabut sangat tebal.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dua penumpang yang dibawa helikopter bertuliskan PK ASG yang mendarat darurat di Kampung Pancuran, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, melanjutkan perjalanan lewat darat untuk menuju kawasan Puncak.
Sekitar setengah jam, sang pilot menunggu cuaca kembali cerah.
Namun ia mengatakan tak mungkin menembus kaki Gunung Gede karena kabut sangat tebal.
"Coba kamu lihat kabut sangat tebal," ujar sang pilot berkebangsaan Irlandia sambil menunjuk ke arah Gunung Gede.
Sejak pagi, cuaca sekitar kaki Gunung Gede memang diselimuti kabut tebal.
Hujan deras mengguyur kawasan Cipanas dan sekitarnya.
Hingga siang ini cuaca mendung masih menaungi langit Cianjur dan sekitarnya.
Warga yang terus berdatangan memanfaatkan momen berswafoto dengan pesawat dan sang pilot.
Seorang warga Kampung Pancuran, Ardian Ginanjar (30), mengatakan, ia sempat melihat helikopter terbang rendah sekitar 500 feet seperti mencari tempat mendarat.
"Seperti mau mendarat di lapangan milik yayasan, tapi mungkin terlalu kecil, jadi mendarat di sini," kata Ardian.
Ardian mengatakan, beberapa saat kemudian ada anggota polisi yang menjemput dua orang penumpang helikopter.
Setelah tiga puluh menit berlalu, sang pilot melihat ke arah langit.
Ia mengatakan akan lepas landas lagi karena cuaca sudah memungkinkan.
"Saya akan kembali ke Rancamanyar, karena ke Puncak kabut masih tebal," katanya.
Ia lalu meminta petugas untuk menjauhi pesawat.
Ia terlihat menelepon seseorang sebelum membuka pintu pesawat.
Beberapa detik kemudian ia menyalakan pesawat dan terbang menuju Rancamanyar.(fam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/helikopter-warga-selfie-gekbrong.jpg)