Waspada DBD

Kasus DBD di Purwakarta Meningkat, Dinkes Minta Warga Proaktif

Kasus DBD di Purwakarta meningkat belakangan ini. Dinkes minta warga proaktif.

Penulis: Haryanto | Editor: taufik ismail
Pixabay.com
Nyamuk penyebab DBD. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Purwakarta akhir-akhir ini tengah meningkat.

Peningkatan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti itu salah satunya disebabkan karena cuaca yang sedang tidak menentu.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Purwakarta, Muh Zubaedi, Selasa (22/1/2019).

"Ada peningkatan, karena perubahan cuaca saat ini yang kadang panas dalan waktu lama, terus hujan tiba-tiba. Keadaan itu bisa menjadi penyebab hidupnya jentik nyamuk," kata Muh Zubaedi saat ditemui di kantornya, Nagri Kaler, Purwakarta.

Oleh karena itu, pihaknya telah mengirimi surat ke semua rumah sakit maupun puskesmas.

Isi surat tersebut ialah instruksi untuk sosialisasi ke warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Seperti halnya melakukan menutup, menguras, dan mengubur (3M) secara rutin, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Pengurangan kasus DBD yang paling efektif itu ialah masyarakatnya sendiri yang harus proaktif melakukan pencegahan," ucapnya.

Ia menambahkan, melakukan fogging adalah tahap terakhir dari pihaknya untuk memberantas nyamuk.

Sebab, pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat sendiri, menurutnya adalah langkah yang paling efektif untuk menurunkan jumlah kasus DBD.

Pihaknya, dalam hal ini hadir untuk sosialisasi dan melakukan pemantauan kepada masyarakat untuk ikut bergerak pada PHBS.

Melalui Kelompok Kerja Operasional Pengendalian DBD (Pokjanal DBD), pihaknya menjelaskan kepada masyarakat akan PHBS.

"Rata-rata pokja itu sudah berjalan di setiap kecamatan. Kami pun telah melakukan pelatihan kepada 40 orang untuk memahami PHBS, PSN, dan Jumatik," ujar dia.

40 orang yang mewakili seluruh puskesmas di Purwakarta itu nantinya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu tugasnya pun memantau warga secara berkala, khususnya daerah yang memiliki potensi berkembang biak nyamuk aedes aegypti.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved