Kamis, 7 Mei 2026

Prabowo Sebut Jateng Lebih Besar dari Malaysia, Mari Cek Faktanya

Prabowo juga menyebutkan bahwa luas wilayah Jawa Tengah lebih besar daripada Malaysia. benarkah?

Tayang:
Editor: Indan Kurnia Efendi
Capture NET TV
Prabowo Subianto saat menajwab pertanyaan soal HAM di sesi debat capres 2019, Kamis (17/1/2019) 

“Kekeliruan kecil itu fair saja, yang penting pesan utama nyampai ke masyarakat dari kami,” kata mantan Menteri ESDM itu.

Berikut kutipan transkip dalam debat pertama pasangan Capres dan Cawapres 2019 yang dirilis oleh debatcapres.bahasakita.co.id.

Transkip ini dibuat oleh alat transkripsi otomatis secara real time, Notula.

Debat Capres Segmen 3

Waktu :20:57 17/01/2019 sampai 20:57 17/01/2019

1 [Imam Priyono (21:04 17/01/2019)]

Iya penonton, pendengar, dan warganet dimanapun Anda berada. Kita sama-sama kembali di sebuah suasana luar biasa, yaitu debat pertama pasangan capres dan cawapres 2019. Dan sekarang kita memasuki ke tema korupsi dan nepotisme. Mohon maaf, korupsi dan terorisme. Dan peraturannya masih tetap sama dengan segmen sebelumnya dan pertanyaan ya saya lagi kami mengingatkan hanya akan kami bacakan sebanyak satu kali. Kami berharap dalam debat kali ini narasi kuat dan fundamental hadir di tengah ruang publik. Di meja saya sudah ada lima buah amplop dari huruf A hingga huruf E. Kemudian pilihan akan diambil kembali oleh masing-masing paslon dan akan di bantu oleh Ira Koesno.

3 [Ira Koesno (21:05 17/01/2019)]

Pak Jokowi dan Pak Maruf

Silakan siapa yang mau mengambil. Saya ditunjukkan pak ya. A,

4 [Imam Priyono (21:05 17/01/2019)]

Amplop A, saya langsung ambil amplop A. Ini amplopnya masih tersegel dan saya akan langsung bacakan pertanyaannya. Baik, saya hanya bacakan sekali mohon diperhatikan, Untuk menduduki jabatan publik seringkali dibutuhkan biaya yang sangat tinggi, sehingga setelah menduduki jabatan perilaku korupsi kerap tidak terhindarkan. Apa strategi Anda untuk mengatasi politik berbiaya tinggi ini. Waktunya 2 menit di mulai saat Anda berbicara.

6 [Joko Widodo (21:06 17/01/2019)]

Prinsipnya recruitment itu harus berbasis kepada kompetensi, bukan finansial dan bukan nepotisme oleh sebab itu untuk pejabat-pejabat birokrasi recruitment harus dilakukan transparan sederhana dengan standar-standar yang jelas dan untuk jabatan-jabatan politik perlu sebuah penyedia dan sistem di dalam sistem kepartaian kita. Sehingga pemilu menjadi murah, pejabat-pejabat tidak terbebani oleh biaya-biaya pemilu sehingga kita harapkan, kita bisa memangkas politik uang, bisa memangkas suap, bisa memangkas korupsi dan kita bisa mendapatkan pejabat-pejabat publik yang memiliki integritas, yang memiliki kapasitas yang baik dan kita harapkan dengan recruitment-recruitment ini jabatan-jabatan baik itu Bupati, baik itu Walikota, baik itu Gubernur dan seterusnya kita akan dapatkan putra-putri terbaik karena memang recruitment-nya berjalan dengan transparan, akuntabel, dan bisa semua orang melihat dan sekarang sudah kita lakukan. Contoh rekrutmen ASN kita, PNS kita bila pasar terbuka. Semuanya bisa cek, hasilnya juga bisa cek, anak saya tidak bisa terima di situ karena memang tidak lulus.

[Imam Priyono]

Sumber: Kompas
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved