Warga Berharap, Tanah Bantaran Sungai Citarik di Rancaekek Bandung yang Amblas Segera Diatasi

Warga berharap, kejadian amblasnya tanah di bantaran Sungai Citarik dapat segera diatasi

Warga Berharap, Tanah Bantaran Sungai Citarik di Rancaekek Bandung yang Amblas Segera Diatasi
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Kondisi bantaran Sungai Citarik di Kampung Curug Candung, Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang amblas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Curug Candung, Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, berharap, kejadian amblasnya tanah di bantaran Sungai Citarik dapat segera diatasi

Hal tersebut dikarenakan, warga resah, bila terus dibiarkan amblasan tersebut semakin memanjang dan menimbulkan kerusakan pada ruas jalan di kampung tersebut.

Beben (58), warga Kampung Curug Candung, mengatakan, beberapa waktu lalu sejumlah perangkat desa datang ke lokasi dan menanyakan kepada warga terkait amblasnya tanah bantaran sungai.

"Tanya-tanya bagaimana awal kejadian saja, tetapi tidak menjajikan perbaikan," kata Beben kepada Tribun Jabar di Kampung Curug Candung, Jumat (18/1/2019).

Jalan di Bantaran Sungai Citarik yang Ambles Sempat Ditutup Warga, Tapi Sopir Mobil Nekat Terobos

Warga pun mendesak, kepada pemerintah untuk segera memperbaiki amblasnya, karena dikhawatirkan menimbulkan korban, terlebih di atas ada ruas jalan penghubung Kecamatan Rancaekek dan Solokanjeruk.

"Minta diperbaiki saja, warga tidak bisa apa-apa," katanya.

Tanah bantaran Sungai Citarik di Kampung Curug Candung, Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, amblas sepanjang 50 meter.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Jumat (18/1/2019), tanah bantaran sungai yang mengalami amblas sepanjang 50 meter itu, memiliki kedalaman satu meter dan hanya berjarak 50 meter dari permukiman warga.

Akibat amblasnya tanah di bantaran Sungai Citarik itu, jalan beton di Kampung Candung tampak terlihat mengapung bila dilihat dari arah Desa Sangiang yang berada diseberang Desa Haur Pugur.

Saat jalan dilintasi oleh kendaraan roda empat atau lebih, ruas jalan tersebut mengalami getaran, sehingga menimbulkan kekhawatiran, terutama warga sekitar lokasi tanah bantaran amblas.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved