Rabu, 13 Mei 2026

Kehidupan

Produksi Langseng Tradisional dari Cileunyi, Bandung Masih Bertahan dari 'Gempuran' Barang Impor

Produk alat masak dari Kampung Cikalang Paledang, Desa Cileunyi, Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, kian tergusur.

Tayang:
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Yongky Yulius
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Perajin produk alat masak dari Kampung Cikalang Paledang, Desa Cileunyi, Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Maraknya produk alat masak impor di dalam negeri saat ini, membuat produk alat masak dari Kampung Cikalang Paledang, Desa Cileunyi, Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, kian tergusur.

Di kampung ini, terdapat belasan pelaku usaha rumahan yang memproduksi alat masak langseng, wajan, panci, hingga alat penanak nasi.

Alat-alat tersebut dibuat secara manual tanpa menggunakan mesin.

Perajin produk alat masak dari Kampung Cikalang Paledang, Desa Cileunyi, Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Perajin produk alat masak dari Kampung Cikalang Paledang, Desa Cileunyi, Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Satu di antara beberapa pelaku usaha pembuatan alat masak langseng, Aep Saepuloh (43), mengatakan, memasuki awal tahun 2010, permintaan pasar terhadap alat masak tersebut semakin berkurang.

Pada masa kejayaan alat masak langseng, kata Aep, setiap harinya di bengkel produksi turun temurunnya itu mampu memproduksi hingga ratusan buah berbagai ukuran setiap harinya.

"Contoh saja, dahulu warga sekitar kalau masak nasi pakai langseng, sekarang kan sudah pakai magic jar," kata Aep kepada Tribun Jabar di Desa Cileunyi Kulon, Rabu (16/1/2019).

Menengok Kampung Langseng di Cileunyi, Sentra Pembuat Alat Masak yang Dijual Hingga Kalimantan

Ia menambahkan, saat ini, di gudang penyimpanan, ada ratusan langseng berbagai ukuran yang diproduksi empat bulan lalu dan hingga kini masih menunggu calon pembeli.

"Sudah sepi juga, tidak tahu kenapa, kuno atau ketinggalan zaman," katanya.

Pada 1980-an, jumlah tempat produksi rumahan langseng di Desa Cileunyi Kulon mencapai puluhan, namun seiring berjalannya waktu, jumlah tersebut semakin berkurang menjadi belasan.

Perajin produk alat masak dari Kampung Cikalang Paledang, Desa Cileunyi, Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Perajin produk alat masak dari Kampung Cikalang Paledang, Desa Cileunyi, Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Tribun Jabar/Hakim Baihaqi)

Satu di antara belasan produksi rumahan yan masih bertahan, yaitu tempat produksi MJ grup, saat ini dilanjutkan oleh generasi keduanya, yaitu oleh Aep Saepuloh.

Beraktivitas mulai pagi hingga sore hari, langseng hasil produksi dari kampung ini dipasarkan pula ke beberapa daerah di Indonesia, mulai kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur.

Untuk harga, kata Asep, alat masak yang biasa dipasarkan dalam satu set.

Satu set tersebut berisikan tiga hingga lima berbagai ukuran, dijual mulai dari harga Rp 85 ribu hingga Rp 1,5 juta.

"Masih terbilang murah, dibandingkan alat masak impor satu setnya bisa sampai Rp 5 juta, masih ada yang beli juga," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved