Rabu, 8 April 2026

Inilah Penyebab Terjadinya Angin Puting Beliung di Rancaekek Bandung, Menurut BMKG

Angin puting beliung melanda Rancaekek, Kabupten Bandung, Jumat kemarin. Apa penyebabnya? Simak di sini.

Penulis: Indan Kurnia Efendi | Editor: Widia Lestari
Facebook
Angin puting beliung melanda kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (11/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID - Angin puting beliung menerjang Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (11/1/2019).

Berdasarkan data sementara yang diterima Tribun Jabar, Sabtu (12/1/2019), sebanyak 600 rumah mengalami kerusakan.

Camat Rancaekek, Baban Banjar menuturkan, terdapat 6 desa di Kecamatan Rancaekek yang terdampak angin puting beliung.

Rinciannya adalah Desa Rancaekek Wetan, Rancaekek Kulon, Kelurahan Kencana, Desa Bojongloa, Desa Jelegog dan Desa Tegal Sumedang. Dan yang terparah berada di Desa Jelegong.

"Untuk sementara ada sekitar 600 rumah yang terdampak. Di antaranya 150 rumah rusak parah," ungkapnya.

Ia menambahkan, insiden puting beliung yang terjadi pada Jumat sore ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Namun korban luka ringan akibat tertimpa puing-puing rumah mencapai kurang lebih 100 orang.

Selain itu, ada dua orang yang terluka parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

"Korban jiwa tidak ada hanya luka-luka sekitar kurang lebih 100 orang. Kalau yang parah hanya 2 orang dan korban sudah dibawa ke Al Islam," katanya.

Terkait angin puting beliung yang melanda Rancaekek, Kabupaten Bandung, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyenyababnya.

Tangkapan layar video yang memperlihatkan angin puting beliung di Rancaekek, Bandung.
Tangkapan layar video yang memperlihatkan angin puting beliung di Rancaekek, Bandung. (Istimewa.)

Dijelaskan Kepala Stasiun Geofisika Klas I Bandung, Toni Agus Wijaya, puting beliung di Rancaekek disebabkan oleh adanya pembentukan awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Bandung pada Jumat sekitar pukul 15.10 WIB.

Angin kencang kemudian membentuk pusaran dan menyapu ratusan rumah.

"Berdasarkan pantauan citra satelit terdapat pembentukan awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Bandung timur dan sebagainya," kata Toni Agus Wijaya, melalui pesan singkat, Sabtu (12/1/2018), seperti dikutip Tribun Jabar dari Kompas.

Toni menambahkan, adanya pertemuan massa udara di sekitar Jabar dan belokan angin di Jawa Barat bagian tengah juga menyebabkan angin puting beliung.

"Karena terdapat anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat yang cenderung hangat sehingga berpeluang terjadi pembentukan awan konvektif potensial hujan," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved