Minggu, 12 April 2026

Untuk Menciptakan Vending Machine dan E-Money, Ini Pengorbanan yang Dialami Siswa SMKN 1 Cimahi

Produk tersebut dibuat untuk dilombakan dalam lomba Smart Hackathon 2018 Financial Literacy Millennials tingkat nasional yang digagas Kominfo RI

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Siswa SMKN 1 Cimahi saat menunjukan Vending Machine 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Untuk membuat produk Vending Machine dan E-Money dengan kurun waktu hanya 24 jam, siswa SMKN 1 Cimahi, Rina Hikmawati (19), Muhammad Rowdoh (18) dan Ahmad Herdiansyah (18), harus mengorbankan waktunya untuk istirahat, bahkan mereka mengaku tidak tidur sama sekali.

Produk tersebut dibuat untuk dilombakan dalam lomba Smart Hackathon 2018 Financial Literacy Millennials tingkat nasional yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI di Jakarta pada Desember 2018.

Butuh perjuangan untuk membuat produk tersebut, siswa kelas XIII jurusan Teknik Elektronika Industri itu, harus susah payah membawa peralatan dan bahan-bahannya ke Jakarta demi bisa mengikuti lomba tersebut.

"Selama 24 jam kita tidak tidur untuk membuat alat ini, kendalanya waktu hanya sebentar, sehingga persiapannya harus matang," ujar Rina Hikmawati saat ditemui di SMKN 1 Cimahi, Senin (7/1/2018).

Selain merancang Vending Machine dan E-Money, mereka juga harus memikirkan design web dan komponen elektroniknya agar mendapat nilai lebih dari juri saat mengikuti perlombaan.

"Jadi kita harus bagi-bagi waktu, siapa yang melakukan solder komponen elektronik, yang membuat programnya siapa dan layouting bagaimana. Sehingga kita harus jago mengatur waktunya," katanya.

Perjuangannya tidak sia-sia, karya mereka membuahkan hasil. Saat mengikuti perlombaan mereka bisa menjadi juara dua dan mendapat apresiasi dari pihak sekolah.

Kendati demikian, Rina mengaku belum puas dengan hasil karyanya itu, karena pihak sekolah menginginkan pengembangan Vending Machine tersebut agar bisa lebih besar.

Saat ini Vending Machine yang berbentuk kotak tingginya hanya sekitar 40 sentimeter dan lebarnya 30 sentimeter, sehingga mereka berencana akan membuat produk tersebut lebih besar.

"Nanti kita akan melakukan pengembangan, Vending Machine akan kita buat tingginya 1,6 meter seperti Vending Machine biasa yang sudah dikenal masyarakat. Tapi kita lagi pikirin untuk komponennya," ucapnya.

Menurutnya, dalam membuat produk tersebut yang menjadi kesulitan yang saat membuat software dan hardware karena biasanya untuk membuat itu sebetulnya membutuhkan waktu satu bulan.

Namun mereka sudah mempersiapkan sejak jauh hari sebelum mengikuti perlombaan dan itu hanya dilakukan oleh tiga orang, sehingga saat hendak mengikuti perlombaan ada rasa khawatir.

"Kita khawatir takut gak jadi karena saat lomba ada tiga sekolah yang produknya IOT (Internet of Things) sehingga produknya harus berbasis hardware," kata Rina.

Ahmad Herdiansyah menambahkan, semua biaya yang dikeluarkan untuk membuat vending mesin ini memang dari uang saku mereka sehingga sedikit terkendala untuk membeli bahan-bahannya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved