Wanita Ditemukan Tewas di Kebun Karet
Ini Pengakuan Sang Suami yang Telah Bunuh Istrinya, Jasadnya Pun Sempat Dibawa Keliling Pulau Jawa
Pelaku pembunuhan terhadap Nita Jong alias Licen, yakni Tso yang merupakan suami dari korban, mengaku tidak punya rencana untuk membunuh istrinya
Penulis: Haryanto | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pelaku pembunuhan terhadap Nita Jong alias Licen, yakni Tso yang merupakan suami dari korban, mengaku tidak punya rencana untuk membunuh istrinya sendiri.
Pelarian tersangka terhenti di Rest Area KM 62 Ruas tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (3/1/2019) dini hari.
Penangkapan Tso berakhir setelah 14 jam, jasad Nita ditemukan di perkebunan karet di Kecamatan Cipeundeuy, Subang pada Rabu (2/1/2019).
Korban ditemukan dalam kondisi diselimuti kain di tengah kebun.
Lokasi kebun karet dengan Gerbang Tol Kalijati berjarak kurang dari lima kilometer.
Menurut pengakuan pelaku, dirinya tidak ada niatan membunuh.
Dia hanya berniat menghentikan ocehan istrinya yang dirasakan telah berlebihan.
"Tadinya enggak ada rencana membunuh dia, hanya supaya dia enggak berisik karena ngomel terus saja", ujar Tso saat tengah dimintai keterangannya di Mapolres Subang, Jalan Mayjen Sutoyo, Karanganyar, Subang, Kamis, (3/1/2019).
Dia menjelaskan bahwa istrinya meninggal dunia diduga karena kehabisan napas akibat cekikan tangannya.
Pencekikan itu terhadu di kediaman mereka, di Apartemen Citra Garden, Jakarta Barat, Senin (31/12/2018).
Usai mengetahui ia telah membunuh sang istri, pelaku membawa jasad korban ke dalam mobil dan membawanya berkeliling sejumlah kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
• Jasad Nita Sempat Dibawa ke Surabaya dan Beberapa Daerah Lain Sebelum Dibuang di Subang
• Nita Dibunuh Suaminya, Sempat Cekcok Sebelum Dicekik, Jasad Korban Dibuang di Kebun Karet
Sekembalinya ke arah Jakarta, pelaku yang masih membawa jasad istrinya itu berakhir ke daerah Subang.
Tomy menjelaskan pembuangan jasad istrinya dilatarbelakangi karena belas kasih.
Ia menginginkan jasadnya segera ditemui dan diurus oleh keluarga.
"Saat di Subang, selewat saja, tidak terencana untuk membuangnya. Di buang supaya cepet ketemu, dan diurusin jasadnya sama keluarga dan anak-anak," ucapnya menambahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pembunuhan-grafis_20150922_202215.jpg)