Tanpa Kembang Api dan Panggung Hiburan, Tahun Baru di Tasikmalaya Membosankan, Untung Ada Seniman
Suasana malam pergantian tahun di Kota Tasikmalaya yang dipusatkan di Sepanjang Jalan HZ Mustofa hingga Simpang Nagarawangi membosankan
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Suasana malam pergantian tahun di Kota Tasikmalaya yang dipusatkan di Sepanjang Jalan HZ Mustofa hingga Simpang Nagarawangi membosankan.
Ditambah dengan tidak adanya pesta kembang api yang dipersiapkan oleh pihak pemerintah kota.
Meski begitu masyarakat yang berdatangan ke pusat perayaan begitu banyak dan terlihat antusias untuk menikmati malam pergantian tahun.
Tidak ada panggung hiburan atau pasar kuliner seperti di tempat-tempat lainnya, suasana pusat perayaan nyaris tanpa ada tontonan yang bisa dinikmati pengunjung malam tadi.
Beruntung, ada sejumlah seniman Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam komunitas Cermin turun ke Jalan dan mempertontonkan kreativitas mereka.
Sehingga pengunjung mendapatkan hiburan, tidak semata-mata berlalu lalang tidak jelas di pusat perayaan tersebut.
• Anggota Dewan Minta Lelang Jabatan Jangan Jadi Alat Gubernur Masukkan Orangnya di Pemprov Jabar
Sontak masyarakat yang hendak menikmati malam pergantian tahun berkerumun untuk menyaksikan sajian sejumlah seniman tersebut.
Ashmansyah Timutiah atau yang akrab disapa Acong yang merupakan Koordinator kegiatan mengatakan festival seni akhir tahun atau yang di Kota Tasikmalaya disebut Syukur waktu ini berbeda dari tahun sebelumnya.
Pada tahun sebelumnya, para seniman diberikan panggung khusus saat perayaan malam pergantian tahun.
#PrayforCisolok, Puluhan Warga Diduga Masih Tertimbun Longsor di Cisolok Sukabumi https://t.co/t7jalbrcve
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 31, 2018
Para seniman di komunitas cermin Tasikmalaya dikatakan Acong secara sukarela dan terpaksa tidak mengindahkan imbauan pemerintah Kota untuk melaksanakan kegiatan ini.
"Adanya selebaran wali kota mengenai tidak mengadakan acara ini kami menolak, tentunya karena masyarakat pasti banyak yang ke sini dan kasihan tidak ada objek yang bisa dinikmati, sehingga kami memaksakan diri untuk mengadakan acara ini," kata Acong saat ditemui Tribun Jabar.
Festival seni akhir tahun Syukur waktu ke 7, kali ini dimulai selapas Isya hingga Pukul 00.00 WIB.
Sejumlah seni yang dipertontonkan di antaranya, teatrikal, tari, puisi, rampak perkusi, instalasi seni, dan melukis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/seniman.jpg)