Kampung Jangkrik Cirebon, Belajar Budidaya Jangkrik hingga Belajar Berwirausaha

Setiap harinya, Kampung Jangkrik dapat menjual 3 kuintal jangkrik yang dipanen setiap harinya.

Kampung Jangkrik Cirebon, Belajar Budidaya Jangkrik hingga Belajar Berwirausaha
Tribun Jabar/ Siti Masithoh
Kampung Jangkrik, Kabupaten Cirebon, Selasa (25/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Di dalam beberapa ruangan berukuran sekitar 10 meter x tiga meter di Kampung Jangkrik Cirebon yang berada di Blok Gading, Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, kita akan melihat beberapa orang sedang mengganti pasir pada kandang jangkrik.

Satu per satu wadah berisi pasir diangkat dan diganti pasir yang baru setiap dua hari sekali.


Di dalamnya, ada ribuan jangkrik berumur 30 hari hingga 45 hari. Jangkrik tersebut bertelur dan telurnya dimanfaatkan oleh pemilik untuk dijual kepada peternak.

Kampung Jangkrik Cirebon berdiri sejak tahun 2010 yang didirikan oleh pasutri lulusan ITB, Bambang Setiawan (31) dan Vidya Ikawati (31).

Keduanya memulai usaha tersebut mulai dari memanfaatkan lantai atas rumahnya untuk kandang jangrik.

"Kami memanfaatkan lantai dua rumah kami untuk kandang jangkrik. Lantai bawahnya dipakai untuk kebutuhan kami. Dari situ mulai lah ke halaman rumah hingga akhirnya ada Kampung Jangkrik Cirebon ini," kata Bambang saat ditemui di Kampung Jangkrik Cirebon Blok Gading, Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Selasa (25/12/2018).

Jalur Gentong Tasikmalaya Sore Ini Padat Merayap, di Lokasi Turun Hujan Hati-hati Rawan Longsor

Tahun 2010, kampung jangkrik tersebut baru dikelola oleh mereka berdua dengan penghasilan sekitar 10 juta per bulan.

Keuntungan tersebut diperoleh mulai dari hanya memiliki 50 kandang jangkrik.

Halaman
123
Penulis: Siti Masithoh
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved