Kampung Jangkrik Cirebon, Belajar Budidaya Jangkrik hingga Belajar Berwirausaha
Setiap harinya, Kampung Jangkrik dapat menjual 3 kuintal jangkrik yang dipanen setiap harinya.
Penulis: Siti Masithoh | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Di dalam beberapa ruangan berukuran sekitar 10 meter x tiga meter di Kampung Jangkrik Cirebon yang berada di Blok Gading, Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, kita akan melihat beberapa orang sedang mengganti pasir pada kandang jangkrik.
Satu per satu wadah berisi pasir diangkat dan diganti pasir yang baru setiap dua hari sekali.
Pemain-pemain yang Digosipkan Bakal Gabung Persib Bandung, Ada Pemain Asli Bandung https://t.co/l5WkVLyesl
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 24, 2018
Di dalamnya, ada ribuan jangkrik berumur 30 hari hingga 45 hari. Jangkrik tersebut bertelur dan telurnya dimanfaatkan oleh pemilik untuk dijual kepada peternak.
Kampung Jangkrik Cirebon berdiri sejak tahun 2010 yang didirikan oleh pasutri lulusan ITB, Bambang Setiawan (31) dan Vidya Ikawati (31).
Keduanya memulai usaha tersebut mulai dari memanfaatkan lantai atas rumahnya untuk kandang jangrik.
"Kami memanfaatkan lantai dua rumah kami untuk kandang jangkrik. Lantai bawahnya dipakai untuk kebutuhan kami. Dari situ mulai lah ke halaman rumah hingga akhirnya ada Kampung Jangkrik Cirebon ini," kata Bambang saat ditemui di Kampung Jangkrik Cirebon Blok Gading, Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Selasa (25/12/2018).
• Jalur Gentong Tasikmalaya Sore Ini Padat Merayap, di Lokasi Turun Hujan Hati-hati Rawan Longsor
Tahun 2010, kampung jangkrik tersebut baru dikelola oleh mereka berdua dengan penghasilan sekitar 10 juta per bulan.
Keuntungan tersebut diperoleh mulai dari hanya memiliki 50 kandang jangkrik.
Dari hasil keuntungan tersebut, lambat laun mereka bisa membayar karyawan dan mempunyai 25 karyawan dan 75 mitra usaha. Mayoritas karyawannya merupakan warga dari desa setempat.
Di Kampung Jangkrik Cirebon, ada proses budidaya mulai dari pembibitan hingga pembesaran jangkrik. Jangkring yang dibudidayakan adalah jenis Jangkring Alam.
Jangkrik yang berumur 30 hari, akan dijual ke berbagai kota di Jawa Barat. Sedangkan telurnya, dijual ke seluruh Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua.
"Di sini itu ada budidaya jangkrik mulai dari pembibitan hingga pembesaran. Kita juga menerima tamu untuk pengenalan budiadaya jangkring dan yang mau belajar kewirausahaan juga bisa," kata Bambang.
• Menjelang Pergantian Tahun 2018, Ruben Onsu Kilas Balik Teror Bertubi-tubi: Saya Enggak Bisa Napas
Lima gudang jangkrik yang berdiri di atas tanah seluas 2.000 meter persegi itu digunakan mulai dari pembibitan hingga pemisahan telur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kampung-jangkrik-2.jpg)