Senin, 8 Juni 2026

Analisa Surono atau Mbah Rono Mengenai Tsunami di Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau sendiri terbentuk di kaldera Krakatau dan puncaknya muncul ke permukaan.

Tayang:
Penulis: Ravianto | Editor: Ravianto
tribunnews
Gunung Anak Krakatau 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ahli geologi yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono memberikan analisanya terkait tsunami di Selat Sunda yang menelan korban tewas 222 orang, Sabtu (22/12/2018).

Surono atau Mbah Rono ragu jika tsunami di Selat Sunda terjadi karena letusan Gunung Anak Krakatau.

"Kecil kemungkinan dari letusan Gunung Anak Krakatau, karena harus ada abunya," kata Surono dalam wawancaranya dengan stasiun televisi, MetroTV, Minggu (23/12/2018) malam.

Menurut Mbah Rono, Gunung Anak Krakatau juga bukan tipe yang mengeluarkan awan panas dalam jumlah besar untuk bisa menimbulkan tsunami dengan energi seperti yang menerjang Pandeglang.

Seperti diketahui, awan panas yang masuk ke laut bisa memicu gelombang tinggi penyebab terbentuknya tsunami.

Jadi, apa penyebab tsunami di Selat Sunda tersebut?

"Jadi kemungkinan ada longsor di sektor tertentu akhirnya menghasilkan tsunami, tapi pada arah tertentu," lanjut Mbah Rono.

Menurut Surono, ada bagian tubuh sang ibu Krakatau atau bisa juga tubuh Gunung Anak Krakatau yang longsor di sisi tertentu, mengakibatkan tsunami ke arah tertentu saja, dalam hal ini arah Pandeglang.

Menurut penjelasan Surono, Gunung Anak Krakatau sendiri terbentuk di kaldera Krakatau dan puncaknya muncul ke permukaan.

"Kaldera yang sangat curam dan dalam di mana Anak Krakatau muncul di bibir kaldera, ini longsor menimbulkan tsunami," kata Surono menganalisa.

"Tubuh ibu Krakatau longsor sehingga terjadi tsunami di sisi tertentu, kemungkinan besar tubuh ibu Krakatau longsor."

"Bagaimana longsor bisa memicu tsunami? Materialnya banyak sekali, kalau sekian juta kubik masuk, sekian juta air juga harus pindah, bergerak tiba-tiba."

Apa Itu Tsunami dan Apa Saja Penyebabnya? Salah Satunya Jadi Penyebab Dinosaurus Musnah

Tsunami-tsunami Dahsyat yang Pernah Terjadi di Dunia, Ada yang Gelombangnya Capai 30 Meter

Menerka-nerka Apa Penyebab Tsunami di Selat Sunda yang Menerjang Banten dan Lampung

Longsoran bawah laut ini disebut Mbah Rono sebenarnya bisa terdeteksi, namun dalam hal ini kemungkinan 'tersembunyi' di antara gempa-gempa Gunung Anak Krakatau.

"Tremor gunung Anak Krakatau yang terus-menerus, kemungkinan tenggelam di antara tremor, mana gempa karena gunung mana karena longsoran. salah satu kemungkinan adalah longsoran," tambah Surono lagi.

"Pada saat dia lepas menjadi longsoran, dia menjadi energi yang besar."

Seperti diketahui, tsunami di Selat Sunda mengakibatkan setidaknya 222 orang tewas, 843 luka-luka dan 28 orang masih hilang.

Dari data yang dihimpun BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga pukul 13.00 tersebut, Kepala Pusat Data Inforamsi dan Humas BNBP, Sutopo Purwo Nungroho mengungkapkan Padeglang merupakan daerah terparah yang terdampak Tsunami.

"Dari data itu, Pandeglang yang paling parah. Jumlah korban meninggal di Pandeglang ada 120, 624 luka-luka, dan 4 masih hilang. Korban paling banyak ditemukan di Hotel Mutiara, Sarita Cottage, dan Hotel Tanjung Lesung," ungkapnya saat jumpa pers di Kantor BPBD DIY, Minggu (23/12/2018).

"Untuk kerusakan fisik, rumah ada 446, 9 hotel rusak berat, 60 warung makan rusak, 350 perahu rusak," sambungnya.

Ada 10 kecamatan di Pandeglang yang terdampak Tsunami tersebut. beberapa diantaranya adalah Kecamatan Carita, Panimbang, Sumur, labuan, dan beberapa kecamatan lain.

Sementara untuk korban meninggal dunia di Kabupaten Lampung Selatan mencapai 33 orang, 115 luka-luka.

Terjangan tsunmai tersebut berdampak pada 4 kecamatan di Lampung Selatan.

Sedangkan untuk Kabupaten Serang, sebanyak 9 orang dinyatakan meninggal dunia, 6 luka-luka, dan 26 masih belum ditemukan.

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dari korban yang telah ditemukan beberapa sudah diidentifikasi, beberapa belum diidentifikasi.

Dari hasil tersebut, sejauh ini tidak ada warga negara asing.

"Jumlah korban diperkiarakan masih akan terus bertambah. Sejauh ini tidak ada warga asing. Karena ini long weekend, banyak masyrakat yang berlibur, sehingga yang paling terdampak adalah wisatwan yang berkunjung ke pantai," katanya.

Ia pun mengimbau masyrakat untuk tidak mendekati pantai untuk sementara waktu. Dikhawatirkan masih akan ada terjangan Tsunami lagi.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved