Rabu, 8 April 2026

Satgas Anti Mafia Bola Mulai Bekerja, Ini Tugas yang Dijalankannya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pada tahap awal, satuan tugas atau satgas anti mafia bola akan melakukan tugas ini.

Editor: Yongky Yulius
Ilustrasi Mafia Sepak Bola 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pada tahap awal, satuan tugas atau satgas anti mafia bola akan mengevaluasi informasi-informasi yang telah terkumpul terkait isu pengaturan skor sepak bola.

Ia menyebut posko satgas anti mafia bola itu akan dipusatkan di Polda Metro Jaya.

"Mulai besok sudah bekerja. Saat ini sudah melakukan beberapa evaluasi berkaitan dengan data awal yang kami punya, satgas anti mafia bola ini dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Nanti poskonya ada di Polda Metro Jaya," kata Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (21/12/2018).

Argo Yuwono memastikan, satgas akan memeriksa semua elemen sepak bola di Indonesia yang terlibat dalam pengaturan skor.

Selanjutnya, satgas akan menentukan pasal hukum yang dapat diterapkan dalam menindaklanjuti skandal persepakbolaan di Indonesia.

Satgas ‎Anti Mafia Bola yang Dibentuk Polri juga Buka Call Center

"Nanti kita sambil berjalan, kita akan mencari tadi seperti apa konstruksi hukumnya, fakta hukumnya seperti apa, nanti baru bisa kita evaluasi. Kita gelarkan dan kira-kira apa konstruksi hukumnya, apakah penyuapan, penipuan biar nanti penyidik yang bekerja," ujar dia

Seperti diketahui, Polri dan Polda Metro Jaya membentuk satgas antimafia bola yang terdiri dari 145 anggota.

Pembentukan satgas itu berdasarkan Surat Perintah Kapolri Nomor 3678 Tanggal 12 Desember 2018.

Pembentukan satgas itu berdasarkan beberapa pernyataan dan masukan masyarakat dari media online, cetak, dan televisi terkait isu pengurangan skor dalam pertandingan sepak bola.

Tim satgas akan memiliki tim penegakan hukum (gakum) yang dibagi menjadi lima tim.

Isu pengaturan skor berkembang setelah mantan Manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam, memberi kesaksian mengejutkan dalam acara Mata Najwa "PSSI Bisa Apa Jilid II", Rabu (19/12/2018).

Brigjen Hendro Pandowo Pimpin Satgas Anti Mafia Bola

Menurut Andi, ada pihak yang bermain sehingga Indonesia kalah 0-3 di final leg pertama di Malaysia.

Hal ini mengejutkan mengingat Indonesia saat itu sangat diunggulkan karena pada fase grup menang telak atas Malaysia dengan skor 5-1.

Indonesia pada akhirnya harus menyerahkan trofi juara Piala AFF 2010 ke Malaysia setelah takluk dengan agregat 2-4.

Isu ini juga berkembang setelah adanya pengakuan dari Manajer Madura FC Januar Herwanto.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved