Terkait Kasus Dana Hibah dari Kemenpora ke KONI, Menpora Imam Nahrawi Siap Dipanggil KPK

"Namanya negara hukum. Kita ini hidup di negara hukum. Tentunya, kita harus siap dan membantu KPK dengan baik," kata Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora

Terkait Kasus Dana Hibah dari Kemenpora ke KONI, Menpora Imam Nahrawi Siap Dipanggil KPK
KOMPAS.com/Sabrina Asril
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan siap apabila dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Imam Nahrawi siap membantu KPK menyampaikan keterangan yang dibutuhkan terkait dugaan tindak pidana korupsi pada dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Namanya negara hukum. Kita ini hidup di negara hukum. Tentunya, kita harus siap dan membantu KPK dengan baik," kata Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/12/2018) siang.

Menurut Imam Nahrawi, sampai sejauh ini, belum ada surat pemanggilan pemeriksaan terhadap dirinya. Ia mengakui ruangannya sempat digeledah.

Setelah penggeledahan, Imam Nahrawi menyebut penyidik KPK telah membuka sejumlah ruangan yang sebelumnya disegel.

Peluit Sudah Dikeluarkan, Asep Yaya Bisa Tersenyum Kembali, Langsung Pulang ke Rumah Hari Ini

KPK Heran Mantan Dirut Bank Century Bebas, Divonis 21 Tahun tapi Hanya Jalani Kurang dari 10 Tahun

Setelah digeledah, ruangan saya juga. Ruangan Pak Deputi, Pak Orpras, sekarang sudah beraktivitas kembali," ucap Imam Nahrawi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, ditemukan banyak dokumen yang terkait dengan perkara dana hibah dari Kemenpora ke KONI dari penggeledahan Kamis (20/12/2018) malam.

Terkhusus dokumen yang didapat dari ruang Imam Nahrawi, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya menemukan catatan lengkap tentang proses alur pengajuan proposal dana hibah dari pihak pemohon hingga ke Menpora.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (15/1/2018).
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (15/1/2018). ((Kompas.com/Robertus Belarminus))

"Menpora bisa langsung mempertimbangkan atau mendelegasikan atau disposisikan misalnya dan bagaimana proses selanjutnya jika disetujui dan tidak disetujui, itu kan perlu kami temukan secara lengkap tadi dari ruang Menpora," kata Febri Diansyah seperti dikutip dari Antara, Jumat (21/12/2018) pagi.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka, antara lain diduga sebagai pemberi, yaitu Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA).

Diduga sebagai penerima adalah Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora dan kawan-kawan, dan Eko Triyanto (ET) yang adalah staf Kementerian Pemuda dan Olahraga dan kawan-kawan. (Alsadad Rudi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menpora Imam Nahrawi Siap jika Dipanggil KPK"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved