15 Orang Tewas dan 100 Lainnya Dirawat di Rumah Sakit Usai Makan Nasi Tomat di Tempat Ibadah

Dalam penyelidikan pihak berwenang, pestisida yang dilarang PBB satu dekade lalu menjadi penyebab nasi itu menjadi beracun.

15 Orang Tewas dan 100 Lainnya Dirawat di Rumah Sakit Usai Makan Nasi Tomat di Tempat Ibadah
Hindustan Times
Keracunan makanan menyebabkan setidaknya 11 orang tewas di India. Nasi tomat yang disajikan diduga mengandung monokrotofos, pestisida yang sangat beracun jika terkonsumsi manusia. 

TRIBUNJABAR.ID, SULAWADI - Pekan lalu, India digegerkan dengan kematian 15 orang usai menyantap nasi pemberian sebuah kuil.

Nasi tersebut juga membuat lebih dari 100 orang juga harus dirawat di rumah sakit.

Dalam penyelidikan pihak berwenang, pestisida yang dilarang PBB satu dekade lalu menjadi penyebab nasi itu menjadi beracun.

Channel News Asia mengutip Reuters pada Rabu (19/12/2018) melaporkan, para pengunjung kuil yang selesai berdoa mengomsumsi nasi tomat di kuil Hindu, di desa Sulawadi, Chamarajanagar, pada Jumat lalu.

Tes laboratorium menunjukkan adanya kandungan monokrotofos pada sampel makanan dan muntahan.

Monokrotofos merupakan pestisida yang dapat menyerang saraf.

"Kami mencoba mencari tahu bagaimana makanan itu terkontaminasi dan tidak akan mengesampingkan tindakan curang," kata kepala polisi distrik, Kumar Meena.

Pestisidan tersebut juga pernah menyebabkan kematian 23 murid sekolah di negara bagian Bihar pada 2013, menjadikannya sebagai salah satu keracunan massal terburuk di India.

Peristiwa itu disebabkan oleh minyak goreng yang disimpan dalam wadah yang sebelumnya dipakai untuk menyimpan monokrotofos.

Monokrotofos hanya dijual sekitar 50 rupee atau sekitar Rp 10.000 per kg.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved