Pilpres 2019

SBY Akan Buktikan Wiranto Salah Besar Sebut Partai Demokrat dan PDIP Terlibat Pengrusakan Atribut

Rapat para fungsionaris Partai Demokrat yang bakal dipimpin oleh SBY tersebut dilakukan dalam rangka menyikapi pernyataan Menkopolhukam Wiranto.

Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Kolase Tribun Jabar/tribunnews.com
SBY dan Wiranto 

"Saya sempat tafakur dan mengadu kepada Allah SWT apa sebenarnya yang terjadi. Karena saya ini bukan capres. Saya tidak berkompetisi dengan Bapak Presiden Jokowi. Saya sebagai pemimpin Demokrat, berikhtiar, berjuang dengan cara-cara yang baik, sesuai yang diatur dalam konstitusi dan undang-undang," ujar SBY.

Untuk itu, dia meminta sekjen dan pimpinan PD di Riau dan Pekanbaru untuk menurunkan semua atribut PD tersebut.

"Lebih baik kita mengalah saja. Saya minta pimpinan Demokrat di Riau dan Pekanbaru untuk menurunkan atribut daripada dirusak," kata SBY.

Wiranto: Jangan Dibesar-besarkan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto (Tribunnews.com / Nurmulia Rekso Purnomo)

Wiranto menyebut oknum pengrusakan baliho Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dan ratusan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, dilakukan adalah kader PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.

"Nah, ternyata dari Pak Kapolri (Tito Karnavian) cepat sekali mengusut itu, ternyata memang perbuatan oleh oknum-oknum tertentu, dari partai tertentu baik PDIP maupun Demokrat ada. Oknum itu sudah ditangkap," kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).

Wiranto menyebut motif pelaku hanya ingin mendapatkan pujian. Sehingga, dirinya tidak habis pikir dan menyesalkan terjadinya peristiwa itu, karena mencoreng semangat demokrasi Indonesia yang saat ini sudah berjalan aman dan damai.

"Presiden juga sangat menyesalkan peristiwa ini, dan saya juga sudah meminta untuk usut tuntas, siapa pun pelakunya kita tindak secara hukum," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan Panglima ABRI itu juga mengimbau seluruh pimpinan partai politik dan masyarakat untuk tidak membesar-besarkan masalah itu, hingga mengganggu pemerintah dalam mempersiapkan agenda Pemilu 2019.

"Jangan dibesar-besarkan, karena ini masalah sudah ditangani dengan baik oleh kepolsian. Oknum sudah diketahui, saksi juga sudah ada, tinggal kita limpahkan," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo mengatakan, pihaknya telah menetapkan tiga tersangka yang melakukan perusakan di dua lokasi. Mereka adalah HS, KS, dan MW.

"Untuk HS melakukan perusakan di Jalan Jenderal Sudirman. Kemudian KS dan MW melakukan pengusakan di kawasan Tenayan Raya," papar Widodo, Pekanbaru, hari ini.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved