Jumat, 10 April 2026

Operasi Mapenduma, Pembebasan Tim Lorentz di Papua oleh Kostrad-Kopassus Pimpinan Prabowo Subianto

Jika tidak percaya, klik nama itu di mesin pencari Google dan Anda akan menemukan sekitar 1.330.000 link yang berkaitan dengannya.

Editor: Ravianto
soedoetpandang.wordpress.com
Martha Klein, salah satu anggota ekspedisi Lorentz yang disandera Organisasi Papua Merdeka, 1996 silam. 

TRIBUNJABAR.ID, NDUGA - Pembantaian belasan pekerja PT Istaka Karya di proyek JalanTrans Papua di Kabupaten Nduga, Papua, pada 2 Desember 2018 lalu telah melambungkan nama Egianus Kogoya.

Jika tidak percaya, klik nama itu di mesin pencari Google dan Anda akan menemukan sekitar 1.330.000 link yang berkaitan dengannya.

Sebagian besar link itu berkaitan dengan keterlibatan Egianus Kogoya dalam pembantaian para pekerja PT Istaka Karya yang dipicu oleh pengambilan foto itu.

Pembantaian tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di bawah komando Egianus Kogoya.

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa Egianus Kogoya adalah putra Daniel Kogoya, tokoh pro-kemerdekaan Papua.

Sekitar dua tahun yang tahu Daniel meninggal dan tongkat komando berpindah ke tangan Egianus, anaknya.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian, seperti dilaporkan Majalah TEMPO edisi 10-16 Desember 2018, mengatakan, Daniel Kogoya ikut menculik 26 peneliti Tim Eskpedisi Lorentz pada 1996 lalu.

Penculikan itu sendiri dipimpin oleh tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM), Kelly Kwalik, yang tewas pada 2009 lalu.

Terkait penyanderaan Tim Lorentz ’96 dan bagaimana mereka diselamatkan, Intisari pernah mengulasnya secara khusus.

Tim Lorentz ’95 dibentuk di Jakarta berdasarkan kerjasama antara Biological Science Club (BSsC) dari Indonesia dan Emmanuel College, Cambridge University.

Lembaga BSsC merupakan organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) independen yang didirikan pada 7 September 1969 oleh sekelompok mahasiswa ilmu Biologi Universitas Nasional (UNAS), Jakarta.

Tujuan ekspedisi ini adalah untuk melakukan penelitian terhadap beragam flora dan fauna di Desa Mapenduma, Kecamatan Tiom, Kabupaten Jawawijaya, Irian Jaya—sebelumnya bernama Irian Barat dan sekarang jadi Papua.

Tim ini terdiri atas 11 peneliti. Selain meneliti flora-fauna, mereka juga akan mengaji keterkaitan objek penelitian dengan kehidupan dan pola pikir tradisional suku Nudga di sana.

Hasil penelitian ini nantinya diharapkan bisa menjadi masukan bagi usaha-usaha pelestarian dan pengembangan Taman Nasional Lorentz.

Selain itu, penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peran serta masyarakat yang terletak di bagian timur laut taman nasional yang pada 1999 ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO itu.

Hebatnya Pasukan Kopassus, Pasukan Elite Inggris pun Dibuat Kocar-kacir

Jejak Hendropriyono Melegenda, Ujung Tombak Pertempuran Kopassus hingga Mahaguru Para Intelijen

Penyamaran Sersan Badri, Anggota Kopassus Menyusup ke GAM, Berhasil Bongkar Penyelundupan Senjata

Sumber: Intisari
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved