Air Bersih
Sejak Lama Warga Cilengkrang Kabupaten Bandung Sulit Dapatkan Air Bersih [VIDEO]
FASILITAS MCK umum yang dibangun oleh pemerintah pada 2009 ini, di dalamnya terdapat...
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Garung Desa Cilengkrang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, sejak lama kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Di kampung yang berada di Kaki Gunung Manglayang, tepatnya di RT 1/5 Kampung Garung, Desa Cilengkrang, setidaknya 50 kepala keluarga (KK) di kampung tersebut harus memanfaatkan fasilitas cuci kakus (MCK) umum untuk kebutuhan sehari - hari.
Fasilitas MCK umum yang dibangun oleh pemerintah pada 2009 ini, di dalamnya terdapat bak besar air berukuran 2x2 meter, yang di dalamnya terdapat air dari sumber mata air Gunung Manglayang.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di Kampung Garung, Selasa (11/12/2018), sejumlah warga terlihat tengah menimba air dari bak tersebut lalu dimasukan kedalam ember berbagai ukuran.
Kemudian, ember - ember yang telah terisi tersebut, kemudian dibawa oleh warga ke rumah masing - masing, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Seorang warga, Fitri (22), mengatakan, aktivitas tersebut dilakukan setiap hari oleh warga, karena hampir seluruh warga di Kampung Garung tidak memiliki sumber air pribadi atau sumur.
"Setiap hari ngambil di sini, airnya untuk kebutuhan masak dan minum. Biasanya dilakukan pagi sama sore hari," kata Fitri di Kampung Garung, Desa Cilengkrang, Selasa (11/12/2018).
Tak hanya itu, pada bangunan MCK umum tersebut pun, terdapat dua ruangan kecil yang di dalamnya terdapat fasilitas untuk buang air besar (BAB) dan mandi.
Selain kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, sebagian besar warga di kampung tersebut pun tidak memiliki kamar mandi pribadi, sehingga harus bergantian mempergunakan MCK umum tersebut.
Warga lainnya, Rohiman (28), mengatakan, kesulitan mendapatkan pasokan air bersih terjadi setiap tahunnya, tanpa mengenal musim kemarau atau pun musim hujan.
"Musim hujan aja susah, warga tidak bisa mengambil air banyak - banyak, karena berbagi sama yang lain. Kalau musim kemarau antre sampai 50 meter terutama waktu pagi," katanya.