Menengok Bangunan SDN Plumbon 1 yang Didirikan Tahun 1904, Pintu dan Jendela Belum Pernah Diganti

SDN Plumbon 1 jadi saksi sejarah perkembangan Cirebon. Bangunan sekolah ini dibangun tahun 1904. Pintu dan jendelanya masih yang dulu.

Menengok Bangunan SDN Plumbon 1 yang Didirikan Tahun 1904, Pintu dan Jendela Belum Pernah Diganti
Tribun Jabar/Siti Masithoh
SDN Plumbon 1, Cirebon, yang jadi cagar budaya. Bangunan SD ini dibangun tahun 1904. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Seorang murid SDN Plumbon 1, Desa Plumbon, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Dita (8), berdiri di dekat gerbang sekolah, Selasa (4/12/2018).

Ia sedang menunggu dijemput orang tuanya seusai melaksanakan UAS hari kedua.

Di ruang kelas 4 hingga kelas 6 masih berada di ruangan dan melaksanakan ujian.

Bangunan sekolah tersebut berwarna hijau. Tingginya sekitar empat meter dan masih menggunakan pintu zaman dahulu.

SDN Plumbon 1 didirikan tahun 1904 atau berusia 114 tahun, tepatnya saat zaman kolonial Belanda.

Penjaga sekolah SD Plumbon 1, Sudiya (51),  mengatakan tahun 1974 bangunan utama SD hanya terdiri dari empat ruangan saja, yaitu ruangan kepala sekolah dan ruang kelas 1 hingga kelas 3 saat ini.

Bangunan SDN Plumbon 1 yang dibangun tahun 1904.
Bangunan SDN Plumbon 1 yang dibangun tahun 1904. (Tribun Jabar/Siti Masithoh)

"Dulu sekolah ini berbentuk huruf L, dulu saja ruangan guru ini menyatu dengan kelas," katanya.

Sudiya merupakan lulusan SDN Plumbon 1. Ia menjadi penjaga sekolah SDN Plumbon 1 tersebut sejak tahun 2003.

Menurutnya, dinding dan atap ruangan sekolah tersebut menggunakan bilik bambu.

Namun, saat ini ruangan tersebut sudah menggunakan tembok dan bata. Atapnya pun sudah diganti menggunakan eternit.

Pintu dan jendela keempat ruangan belum pernah diganti.

Bangunan SDN Plumbon 1 yang dibangun tahun 1904. Beberapa bagian bangunan lama belum berganti seperti pintu dan jendela.
Bangunan SDN Plumbon 1 yang dibangun tahun 1904. Beberapa bagian bangunan lama belum berganti seperti pintu dan jendela. (Tribun Jabar/Siti Masithoh)

Saat ini, ruangan baru di sekolah itu adalah ruang kelas 4 hingga kelas 6.

"Kalau zaman saya SD masih guru studi, sekarang guru kelas. Dulu itu hanya satu bidang pelajaran per satu guru," ucap Sudiya.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved