Selasa, 12 Mei 2026

Mengenal Maria Walanda Maramis, Pahlawan Pergerakan Nasional yang Wajahnya Dijadikan Google Doodle

Hari ini, Sabtu (1/12/2018), Google menampilkan wajah Maria Josephine Catherina Maramis atau yang lebih dikenal dengan nama Maria Walanda Maramis.

Tayang:
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Kolase Tribun Jabar (tangakapan layar Google Doodle/pahlawancenter.com via Kompas.com)
Maria Walanda Maramis, pahlawan pergerakan nasional yang dijadikan Googlle Doodle 

TRIBUNJABAR.ID- Hari ini, Sabtu (1/12/2018), Google menampilkan wajah Maria Josephine Catherina Maramis atau yang lebih dikenal dengan nama Maria Walanda Maramis dalam Google Doodle.

Bukan tanpa sebab Google menampilkan Maria Walanda Maramis. Tanggal ulang tahun Pahlawan Nasional Indonesia itu jatuh pada hari ini.

Maria Walanda Maramis dikenal sebagai pahlawan yang berusaha memajukan keadaan wanita di Indonesia pada awal abad ke-20.

Seperti dilansir Tribunnews dari Wikipedia, sosok Maria Walanda Maramis dianggap sebagai pendobrak adat dan pejuang emansipasi wanita di dunia politik serta pendidikan.

Karena perjuangan dan dedikasinya, Maria diberi gelar Pahlawan Pergerakan Nasional dari pemerintah Indonesia pada 20 Mei 1969 silam.

Syahrini Kabur Saat Ditanya tentang Mantan Luna Maya, Jawabannya Kompak Seperti Reino Barack

Maria Walanda Maramis
Maria Walanda Maramis (pahlawancenter.com via Kompasiana)

Maria kecil menghabiskan sebagian besar waktunya di Minahasa Utara.

Lahir dari pasangan Maramis dan Sarah Rotinsulu, Maria merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Namun pada usia enam tahun, Maria Walanda Maramis harus menjadi yatim piatu lantaran kedua orang tuanya jatuh sakit dan meninggal.

Maria kecil dan kedua saudaranya kemudian diasuh oleh sang paman dan dibawa ke Maumbi.

Bersama kakak perempuannya, Anatje, Maria kemudian disekolahkan sang paman di Sekolah Melayu.

Sekolah Melayu tersebut merupakan satu-satunya pendudukan resmi yang diterima Maria dan Anatje.

Pasalnya saat itu perempuan diharapkan untuk menikah dan mengasuh keluarga mereka.

Saat beranjak dewasa, Maria Walanda Maramis pindah ke Manado dan mulai menulis opini di surat kabar Tjahaja Siang.

Maria menuliskan soal pentingnya peran ibu dalam keluarga.

Ia juga menyebutkan ibu memiliki kewajiban untuk mengasuh dan menjaga kesehatan keluarganya.

Video CCTV Penumpang Motor Tak Pakai Helm di Simpang Pahlawan Diingatkan Malah Mengumpat

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved