Mengintip Masjid Syayid Abdul Rahman Al-Usman di Cirebon, Mitosnya Dibangun dalam Satu Malam
Masjid Syayid Abdul Rahman Al-Usman di Blok Sitiging dipercaya masyarakat sekitar hanya didirikan dalam satu malam oleh pendirinya.
Penulis: Siti Masithoh | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Bangunan modern dengan warna cat dominan berwarana putih tampak menghiasi Masjid Syayid Abdul Rahman Al-Usman di Blok Sitiging, Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Masuk ke bagian dalamnya, ada tempat salat dengan dominasi warna cat putih.
Di depannya ada tiga pintu berukuran sekitar satu meter dengan bangunan sederhana.
Sarwendah Muntah-muntah, Ruben Onsu Kebingungan Cari Penyembuhnya, Rela ke 7 Toko Sampai Malam https://t.co/9nzAzCeG6l via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 27, 2018
Masuk ke dalamnya, ada sebuah bangunan berukuran 9 m × 11 meter dengan bangunan bata merah. Bangunan utama ini merupakan bangunan asli masjid yang didirikan pada abad ke-12 masehi.
Masjid tersebut dibangun oleh seorang ulama dari Bagdad bernama Syayid Abdul Rahman Al-Usmani. Saat itu, ia membuat padepokan sebelum membangun masjid.
"Dulu masjid ini sebelah timur dari kali, namun sekarang menjadi sebelah barat," kata juru kunci masjid, Sukendra (70), saat ditemui di Masjid Syayid Abdul Rahman Al-Usman, Selasa (27/11/2018).
Menurutnya, masjid tersebut hanya didirikan dalam satu malam oleh pendirinya.
Saat itu, suatu malam menjelang salat subuh, ada warga yang sedang membuang air besar di sungai pasalakan, namun asa warga lainnya yang hendak menunaikan Salat Subuh.
"Para jamaah berpikir, jika masjid sebaiknya dipindah saja karena menghadapi sungai untuk membuang air besar," tambah Sukendra.
• Inap at Capsule, Hostel Kapsul Tertinggi di Indonesia Berada di Kota Bandung, Rp 105.000 Per Malam
Dari situ, Syayid Abdul Rahman Al-Usmani, memindahkan masjid itu dalam satu malam. Dulunya, bangunan masjid terbuat dari Kayo Sawo Kecik sehingga lebih mudah saat dipindahkan.
Ketika hendak salat subuh, masjid tersebut sudah berpindah posisinya sehingga disebut sebagai masjid yang dibangun dalam satu malam.
Setelah itu, di masjid tersebut dibangun pula padepokan yang biasa menjadi persinggahan para wali.
Di dalam bangunan utama masjid, ada mimbar yang masih utuh sejak zaman dahulu.
• Kim Jeffrey Kurniawan Senang Persib Bandung U19 Juara, Apalagi di Final Kalahkan Persija Jakarta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/masjid-syayid-abdul-rahman-al-usman.jpg)