Kota Ini Tidak Akan Disinari Matahari Selama 2 Bulan Lebih, Mentari Ada Lagi pada 23 Januari 2019
Di belahan bumi ini ternyata ada satu kota di negara bagian Alaska, Amerika Serikat, yang akan menghadapi musim di mana matahari tidak akan bersinar
TRIBUNJABAR.ID - Di belahan bumi ini ternyata ada satu kota di negara bagian Alaska, Amerika Serikat, yang akan menghadapi musim di mana matahari tidak akan bersinar dalam waktu yang cukup lama.
Padahal, matahari merupakan sumber energi terbesar di Bumi, bahkan banyak yang mengklaim sebagai sumber kehidupan.
Karena hampir semua manusia memanfaatkan energi dari sinar matahari untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Dikutip Tribun Jabar dari Kompas.com yang melansir CNN, Selasa (20/11/2018), kota di Alaska yang tidak akan disinari matahari tersebut bernama Kota Utqiagvik, sebuah wilayah yang ditinggali sekitar 4.000 orang.
Sebelum sinar matahari benar-benar menghilang selama dua bulan lebih, penduduk kota berkesempatan menikmati sinar matahari terbit dan tenggelam pada Minggu lalu.
Dan kini, mereka harus menghadapi periode kegelapan selama dua bulan lebih atau 65 hari yang dikenal sebagai "polar night".
Pakar cuaca CNN Judson Jones mengatakan, polar night merupakan istilah umum di mana suatu tempat tidak mengalami matahari terbit lebih dari 24 jam.
"Ini terjadi setiap tahunnya," katanya.
"Jika Anda tinggal di atas Lingkar Kutub Utara, akan ada hari ketika matahari terbenam untuk musim dingin yang tersisa," tuturnya.
• Ketika Turis AS Ini Injakkan Kaki di Pulau Suku Pedalaman, Lesatan Anak Panah Langsung Menghujaninya
• Dasar Pengkhianat! Engkau Bakal . . . Itu Bagian dari Rekaman Lawan Bicara Jamal Khashoggi
Diwartakan Daily Mail, kota Utqiagvik hanya disinari matahari selama 64 menit pada Minggu lalu.
Matahari terbenam tercatat pukul 13.44 waktu setempat.
Matahari tidak akan menyinari kota itu sampai 23 Januari 2019 pada pukul 13.04.
Namun, cuaca yang berawan membuat mereka kesulitan menyaksikan matahari terbenam.
Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka.
"Merayakan dimulainya Polar Night pada pukul 13.44 dengan teman-teman, makanan enak, dan banyak tawa saat menonton film Hollywood," tulis Kirsten Alburg di Instagram.
Temperatur di Utqiagvik menurun selama berlangsungnya polar night menjadi sekitar -5 hingga -10 derajat Fahrenheit.
Pada malam hari, suhu bisa menyentuh -10 hingga -20 derajat selama musim dingin.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kota di Alaska Ini Tidak Akan Disinari Mentari Selama 65 Hari"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kota-utqiagvik-di-alaska-tidak-kena-cahaya-matahari.jpg)