Sektor UMKM Harus Mampu Adopsi Industri 4.0

Pemerintah terus menggalakan revolusi industri generasi keempat alias Industri 4.0, agar pelaku industri bisa cepat beradaptasi dan mengaplikasikannya

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
wikipedia.org
Ilustrasi: Industri 4.0 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah terus menggalakan revolusi industri generasi keempat alias Industri 4.0, agar para pelaku industri bisa cepat beradaptasi dan segera mengaplikasikannya.

Menanggapi semakin gencarnya sosialisasi industri 4.0, Ketua Badan Pengurus Provinsi (BPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, Dedy Widjaja, mengatakan bahwa dunia industri Jawa Barat harus siap menghadapinya. Ini karena Industri 4.0 mengaplikasikan teknologi berbasis industri.

"Karena Industri 4.0 berbasis teknologi, mau tidak mau, industri Jabar harus siap menghadapinya," kata Dedy kepada wartawan di Bandung, Senin (12/11/2018).

Dedy mengatakan bawha Industri 4.0 dapat menjadi pendorong bagi industri-industri Jabar supaya hasil produknya lebih berdaya saing.

Jika tidak, menurut Dedy, industri Jabar akan tertinggal dan kalah bersaing oleh barang impor.

Terkait dengan hal tersebut, Dedy mengaku pihaknya siap bekerjasama dengan pemerintah untuk turut mengembangkan skema Industri 4.0 di Jabar.

"Ini supaya industri-industri di Jabar berdaya saing lebih kuat dan tidak tergerus produk dari luar," katanya.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ridwan Kamil: ASN Harus Melek Teknologi

Apindo : Perlu Regulasi Pengupahan Khusus dari Provinsi, Agar Industri Garmen Jabar Eksis

Bomber Persib Bandung Ezechiel NDouassel Lakukan Battling Ropes saat Fitness, Ini Manfaatnya

Pemanfaatan Iptek secara maksimal oleh industri, khususnya di Jabar, dapat berdampak positif.

Selain berdampak kepada daya saing yang lebih kuat, juga tentunya untuk menambah kapasitas produk yang dihasilkan industri Jabar.

Sejatinya, menurut Dedy, pemanfaatan skema industri 4.0 di Jabar sudah dilakukan industri skala besar dan penunjangnya.

"Industr-industri yang telah menerapkan skema ini adalah industri otomotif dan elektronik," kata Dedy.

Sementara di sisi lain, masih banyak sektor yang belum memanfaatkan teknologi dalam industri seperti industri dan usaha skala mikro, kecil, menengah (IMKM-UMKM) yang masih berkutat dengan skema konvensional.

Padahal sektor ini merupakan sektor strategis yang paling banyak memberikan kontribusi perekonomian, bagi bagi produsen maupun konsumen.

Dedy berpendapat, IMKM dan UMKM di Jabar sudah semestinya menerapkan skema 4.0.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved