Fosil Terbaik Homo Erectus Sempat Jadi Mainan, Replikanya Ada di Museum Manusia Purba Sangiran
Benda yang dimaksud adalah fosil Sangiran 17 yang disimpan di ruang pamer 2 Museum Manusia Purba Sangiran
Penulis: Tarsisius Sutomonaio | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR.ID, SOLO- Satu di antara koleksi terbaik di Museum Manusia Purba Sangiran adalah replika fosil terbaik homo erectus atau manusia tegak di Sangiran.
Benda yang dimaksud adalah replika fosil Sangiran 17 berupa tenggorak yang disimpan di ruang pamer dua Museum Manusia Purba Sangiran di Kalijambe, perbatasan Sragen dan Karanganyar, Jawa Tengah.
Spesimen lengkap Sangiran 17 mempermudah proses merekonstruksi fitur homo erectus yang berada di ruangan yang sama dengan tempat pamer replika fosil tengkorak Sangiran 17.
Fosil ini sempat menjadi mainan sebelum diteliti dan dianggap sebagai penemuan terpenting di dunia.
Fosil Sangiran 17 ditemukan tanpa sengaja warga lokal bernam Tukiman di daerah Pucung, Sangiran, 1969.
Tukiman, ucap Iwan, tidak menyadari temuannya itu sebagai benda yang menjadi rujukan penting dalam usaha merekonstruksi fitur homo erectus.
"Temuan itu sempat menjadi mainan, ya mungkin karena bentuknya bulat seperti bola," kata Iwan Setiawan Bimas, Kepala Seksi Pemanfaatan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (Kasi BPSMP) Sangiran, di Museum Manusia Purba Sangiran, Kamis (1/11/2018).
Ia mengatakan itu saat peserta Tribun Editorial Development Program (TEDP) berkunjung ke Museum Manusia Purba Sangiran.
"Saat kulitnya terkelupas, barulah terlihat bentuk wajah. Lalu, Pak Tukiman menyerahkan fosil itu kepada peneliti dari Museum Geologi di Bandung. Setelah itu, baru ada penelitian," katanya.
Fosil tengkorak Sangiran 17 yang asli kini ada Museum Geologi di Bandung.
Menurut Iwan Setiawan, Sangiran 17 merupakan fosil homo erectus terbaik di dunia. "Spesimen lengkap. Satu lagi fosil homo erectus yang spesimennya lengkap ada di Afrika," kata Iwan Setiawan Bimas.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, replika fosil Sangarin 17 itu memang lebih daripada fosil lain homo erectus di museum itu.
Tenggorak itu cukup utuh, hanya kehilangan tulang rahang bawah. Beberapa gigi atas masih melekat di fosil itu.
Selama Kamis siang hingga sore, 48 peserta TEDP berkunjung ke Museum Geologi di Bandung dipimpin General Manager Tribunnews Solo, Vovo Susatyo, dan pemateri TEDP, Setya Krisna Sumargo.
Rombongan terlebih dulu menonton film soal Situs Sangiran di Ruang Prof Dr Teuku Jacob. Lalu, rombongan menjelajahi tiga ruang pamer Museum Manusia Purba Sangiran.
