Puluhan Wakil Kepala Sekolah Cianjur Dites Urine di Palace Hotel Cipanas
Sebanyak 30 wakil kepala sekolah bidang kesiswaan di Kabupaten Cianjur, dites urine setelah mengikuti . . .
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak 30 wakil kepala sekolah bidang kesiswaan di Kabupaten Cianjur, dites urine setelah mengikuti kegiatan workshop Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Palace Hotel, Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Tes urine dilakukan sesuai dengan surat perintah Kepala BNNK Cianjur Nomor : Sprin/435/ka/cm.01/X/2018/BNNK.CJR tanggal 23 Oktober 2018 tentang Pengembangan Kapasitas P4GN (Workshop) di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Cianjur.
Kepala BNNK Cianjur Dr Basuki SH MH memaparkan tentang strategi pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN di lingkungan pendidikan Kabupaten Cianjur.
Materi workshop juga berisi pemaparan tentang pengetahuan adiksi konseling dan rehabilitasi. Lalu ada materi implementasi kebijakan peran serta lingkungan pendidikan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
• Simulasi Tes CPNS 2018 dari BKN dan 3 Situs Lainnya, Lengkap Ada Soal TWK, TIU, dan TKP
• Menaker Surati Gubernur, FSP LEM SPSI Provinsi Jabar Tolak Penetapan Upah Berdasarkan PP 78/2015
• LIVE STREAMING Sedang Berlangsung, Marcus/Kevin Hadapi Ganda Jepang di Babak Dua French Open 2018
Basuki mengatakan, dengan kegiatan pengembangan kapasitas P4GN di lingkungan pendidikan Kabupaten Cianjur, ia berharap ada peran aktif dari wakil kepala sekolah karena mereka langsung bersentuhan dan berurusan dengan para siswa.
"Diharapkan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMP/MTS negeri dan swasta di Kabupaten Cianjur menjadi lebih pro aktif menangani permasalahan narkoba terutama di lingkungan sekolah masing-masing," ujar Basuki, Kamis (25/10).
Ia mengatakan, para Wakasek ini diharapkam dapat memahami bahaya Narkoba, sehingga dapat menyebarluaskan informasi yang akurat tentang bahaya Narkoba di lingkungan sekolah.
"Hal lainnya mempermudah akses komunikasi antara BNNK Cianjur dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba di sekolah," katanya.
Hal lainnya, kata Basuki, kegiatan bisa memberikan bekal bagi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan untuk melakukan sosialisasi dari sumber yang kompeten sebagai bahan menyebarluaskan informasi antinarkoba sehingga diharapkan resisten terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
"Kami melihat para peserta antusias terhadap pemaparan dari Narasumber BNNK Cianjur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hingga adanya dialog interaktif antara peserta dan BNNK Cianjur dan Narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kami bersyukur hasil tes urine peserta dinyatakan negatif untuk semua sampel," katanya.(fam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/30-wakil-kepala-sekolah-bidang-kesiswaan-di-kabupaten-cianjur-dites-urine_20181025_200955.jpg)