Senin, 20 April 2026

Ada Jalan H Abas di Cirebon, Ini Kisah Heroik Pemilik Nama Ketika Menghadapi 2 Truk Tentara Belanda

Papan nama jalan itu hampir roboh dan diikat ke tiang listrik yang ada di sampingnya.

Penulis: Siti Masithoh | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Siti Masithoh
H Abbas, santri pemberani dari Cirebon. Namanya diabadikan di kawasan Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebuah papan jalan bertuliskan "Jl H Abbas" di kawasan Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, tampak usang dan tak terawat.

Papan nama jalan itu hampir roboh dan diikat ke tiang listrik yang ada di sampingnya.

Di bawahnya, ada alat peraga kampanye caleg yang tampak terlipat.

Jalan yang berada di tepi gang itu, menyimpan sejarah tersendiri bagi masyarakat Cirebon.

Sayangnya, tak banyak yang mengetahui sejarah tersebut.

Cirebon dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak santri.

Hal itu Cirebon merupakan satu di antara beberapa daerah yang merupakan basis pondok pesantren di Pulau Jawa.

Selain itu, Cirebon juga dikenal memiliki banyak santri pemberani yang berjuang melawan penjajah Belanda, satu di antaranya adalah H Abbas.

H Abbas termasuk orang yang ikut bertempur pada 10 November 1945, di Surabaya, Jawa Timur.

Semasa hidupnya, H Abbas tergabung ke dalam Hizbullah Fi Sabilillah yang merupakan bentukan para kiai.

Di Jawa Timur, tentara ini dipimpin langsung oleh KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama yang merupakan kakek dari mantan Presiden Gusdur.

Menurut penuturan keturunan langsung dari H Abbas, Abidin Aslich, H Abbas gugur pada 1947 saat ia bertempur sendirian melawan penjajah Belanda di kawasan Trusmi.

"Kepalanya ditembak peluru mortir, isi kepalanya berhamburan. Ia melawan sendirian pasukan Belanda yang datang menggunakan dua truk. Kata ayah saya yang mengurus jenazahnya, otaknya justru wangi dan sama sekali tidak bau amis. Peristiwa itu terjadi di kawasan Trusmi," katanya saat dihubungi, Selasa (23/10/2018).

Gempa Bumi Ternyata Punya Siklus, Tergantung Kecepatan Pergeseran Tanah

Pelatih Persib Bandung Mario Gomez: Semua Ini Diawali Ketika Kami Menang dari Persija Jakarta

Saat peristiwa yang terjadi di masa lalu itu, tepatnya hari Jumat, H Abbas memang sudah lama diincar oleh pasukan Belanda.

Setelah salat Jumat di kawasan Trusmi, dia sempat mengajak jemaah salat untuk bertempur.

Namun, merasa kurang kekuatan. para jemaah akhirnya enggan bergabung.

Secara gagah berani, H Abbas sendirian bertempur.

Ia sempat membunuh sembilan tentara Belanda.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved