Dede Yusuf Soal Isu LGBT: Sudahkah Orangtua Lakukan Fungsi, Perlindungan dan Cinta Kasih pada Anak?

Dede Yusuf Macan Effendi mengimbau kepada orangtua dan guru agar waspada dan memperhatikan anak-anaknya karena LGBT ini menular.

Dede Yusuf Soal Isu LGBT: Sudahkah Orangtua Lakukan Fungsi, Perlindungan dan Cinta Kasih pada Anak?
Tribunjabar/Mumu Mujahidin
Dede Yusuf 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, KUTAWARINGIN - Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi merasa prihatin dengan semakin maraknya fenomena LGBT di Indonesia termasuk di Jawa Barat. Hal itu terjadi karena kurangnya pengawasan dari orangtua.

"Makin maraknya LGBT yang masuk ke remaja-remaja, tentu yang harus dipertanyakan, sudahkah orangtua melakukan fungsi pengawasan, perlindungan dan cinta kasih terhadap anak?" kata Dede usai melakukan sosialisasi BKKBN di Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jumat (19/20/2018).

Pihaknya mengimbau kepada orangtua dan guru agar waspada dan memperhatikan anak-anaknya karena LGBT ini menular.

"Ini yang harus menjadi perhatian untuk kita semua, karena secara tidak sadar ini (LGBT) berkembang, berkembang dan berkembang. Temuan yang kemarin (Garut) jumlahnya ribuan, itu mungkin yang baru ketahui yang tidak ketahuan mungkin lebih banyak," ungkapnya.

Menurutnya, fungsi BKKBN harus dikuatkan dengan menguatkan perlindungan keluarga.

"Perlindungan, kasih sayang, lingkungan sosial dan agama. Jangan sampai, urusan orangtua kepada anak hanya sekedar memaksa anak mengejar nilai-nilai yang baik, tanpa memahami permasalahan anak tersebut," katanya.

Dede juga turut mengomentari penangkapan Admin Group Facebook Gay Bandung Indonesia yang dilakukan oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar.

Datangi SMPN 1 Soreang untuk Edukasi Pentingnya Sarapan, Pemain Persib Ini Disambut Histeris

"Harus ada sanksi, kalau ada yang niat menyebarkan. Kalau menyebar dan membuat jaringan harus ada sanksi yang tegas. Tapi kalau anak kita yang menjadi korban kita harus melakukan pembinaan agar kembali kepada kordaratnya," jelasnya.

Menyikapi kasus tersebut, Dede mengajak kepada warga Indonsesia khusunya anak muda untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

"Bijak bermediasosial tentu, karena ini yang dikhawatirkan memyebar yang tidak (tertular), menjadi iya (tertular)," ujarnya.

Annisa, Mahasiswi Stikes Budiluhur Bandung yang Hilang, Sempat Gunakan Ojek Online Sebelum Hilang

Terungkap Pelaku Pembuangan Jasad Bayi di Toilet Bandara, Ternyata Masih Pelajar

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved