Selasa, 21 April 2026

Pengamat: Apa yang Ditawarkan Sandiaga Uno di Jabar Tidak Terlalu Strategis dan Visioner

Di Garut, Sandiaga Uno mengaku siap mendorong dodol Garut memperkuat ekspor panganan khas Indonesia di masa depan.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Calon wakil presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno saat membatik motif mega mendung khas Cirebon di Batik Trusmi Cirebon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di Jawa Barat, kandidat calon wakil presiden Sandiaga Uno lebih sering turun langsung dan menyambangi titik-titik strategis, misalnya ke lokasi UMKM.

Kemarin, Senin (16/10/2018) misalnya, Sandiaga Uno mengunjungi pabrik pengolahan dodol di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kendati demikian, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (KPSK) Universitas Padjajaran, Muradi, menilai apa yang dilakukan Sandiaga Uno tidak terlalu strategis dan visioner.


Pasalnya, kata dia, Sandiaga Uno tak menawarkan sesuatu yang baru dan beda dari kubu petahana.

Di Garut, Sandiaga Uno mengaku siap mendorong dodol Garut memperkuat ekspor panganan khas Indonesia di masa depan.

"Apa yang dilakukan Sandiaga Uno tidak terlalu strategis dan visioner, seperti ke UMKM di Garut. Apa tawaranya? Kalau sama ya (masyarakat) mending (beralih) ke petahana," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Selasa (16/10/2018).

Tak Bisa Tunjukkan Surat-surat Kendaraan, Mobil Dinas Pemkab Garut Ditahan Satlantas Polres Garut

Di Jawa Barat, lanjut Muradi, kubu Jokowi-Ma'ruf lebih punya 'sesuatu' yang bisa dijual.

Misalnya, sejumlah infrastruktur yang memang dibangun saat Jokowi memimpin sebagai presiden.

"Survei SMRC (terakhir) Jokowi memang (masih) kalah di Jawa Barat, tapi trennya naik, sedangkan kubu sebelah trennya turun. Ada dua kemungkinan (hal itu terjadi), pertama karena publik menilai apa yang dilakukan petahana (baik) dan beralih. Kedua, mesin politik bekerja (secara efektif)," kara Muradi.

"Mereka (Jokowi-Ma'ruf) punya sesuatu yang dia jual, jadi kalau dibangun black campaign juga susah itu," lanjutnya.

Pejabat Pemkab Bekasi Kena OTT KPK dalam Kasus Meikarta, Ini Kata Deddy Mizwar

Air Bersih Kian Sulit Didapat, Warga Menduga Imbas Maraknya Pembangunan Gedung Komersil

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved