Gempa Donggala

Mahasiswa Unpad Ikut Bantu Evakuasi Korban Gempa Palu dan Donggala

Unit Search and Rescue (SAR) Universitas Padjadjaran mengirimkan personelnya untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan kawasan terdampak bencana di

Mahasiswa Unpad Ikut Bantu Evakuasi Korban Gempa Palu dan Donggala
istimewa
Mahasiswa Teknik Informatika Unpad, Fikri M. Nur Zaman, menjadi satu-satunya mahasiswa Unpad yang berangkat membantu korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Unit Search and Rescue (SAR) Universitas Padjadjaran mengirimkan personelnya untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan kawasan terdampak bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, dari 30 September hingga 11 Oktober 2018.

Mahasiswa tersebut bernama Fikri M. Nur Zaman, mahasiswa Teknik Informatika Unpad. Ia menjadi satu-satunya mahasiswa Unpad yang berangkat membantu penanganan korban bencana gempa di Palu dan Donggala.

Fikri mengatakan, ada dua misi yang harus dilakukan.

"Ya tugas saya di sana cuma dua misi, pertama melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban terdampak, kedua mendistribusikan bantuan yang dikoordinasikan oleh Disaster Management Center SAR Unpad," ujar Fikri M. Nur Zaman saat dihubungi Tribun Jabar, Senin (15/10/2018).

Fikri mengatakan bahwa ia sudah berkoordinasi langsung dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Palu dalam melakukan operasi SAR di wilayah terdampak.

Persipura Vs Persib 1-1, Maung Bandung Masih di Puncak Klasemen, Unggul 1 Poin dari PSM

Tabrakan Beruntun di Bandung: Lolos dari Maut, Asep Terus Beristigfar Sampai Mobil Berhenti

Fikri beroperasi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah pada 2 Oktober hingga 7 Oktober 2018.

Wilayah ini menjadi satu di antara wilayah dengan dampak terparah, karena terdapat 1.747 rumah yang hancur akibat likuifaksi.

Fikri mengatakan, setelah melakukan operasi pencarian korban, ia menjalankan misi kedua, yaitu mendistribusikan bantuan dari hasil penggalangan dana di Unpad, sekira Rp 41 juta.

"Saya belanja kebutuhan semisal bahan pokok, di antaranya beras, bumbu masak, air mineral, biskuit, popok bayi, sarden, lauk pauk, minyak goreng, mie instan itu di Makasar karena di Kota Palu tidak ada toko," ujar Fikri.

Mengantuk di Kantor Saat Siang Hari? Ikuti 5 Tips Ini

Gadai 51 Sepeda Motor Pinjaman, Duo Ibu Rumah Tangga Ini Terpaksa Berurusan dengan Polisi

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved