Feature

Kisah Kopassus Penyayang Binatang, Latihan Dasarnya Tidur Dengan Ular Berbisa [VIDEO]

PUSAT Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) Kopassus memiliki sekolah khusus...

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) Kopassus memiliki sekolah khusus pertempuran hutan.

Mayor Inf Yos Djolong, seorang prajurit Kopassus yang mengikuti sekolah pertempuran hutan tersebut berbagi sedikit pengalamannya selama proses pelatihan menjinakkan binatang buas dan berbisa.

"Semua binatang buas dan berbisa merupakan sahabat kami. Binatang yang paling sering dihadapi ialah ular berbiasa, King Cobra salah satunya," kata Mayor Inf Yos Djolong saat diwawancarai TribunJabar saat perayaam HUT Ke-73 TNI di Lapangan Gasibu Bandung.

Pelatihan dasar, Yos Djolong mengatakan bahwa setiap prajurit harus memiliki hubungan komunikasi dengan ular-ular tersebut melalui cara memegang dan membawa ular tersebut ke tempat tidur meskipun disimpan di dalam karung.

Tujuannya, agar ular tersebut mengenali aroma tubuh manusia yang akan melindungi ular. Meskipun demikian, tak jarang prajurit tersebut mengalami gigitan dari ular-ular berbisa tersebut, dan Yos Djolong mengatakan itu hal biasa.

"Kalau tidak diganggu, ular tidak akan menganggu. Sama seperti manusia, kalau diganggu pasti tersinggung dan marah. Semua makhluk hidup pasti sama," katanya.

Pada HUT Ke -73 TNI yang dilaksanakan di Lapangan Gasibu Bandung, sembilan orang prajurit Kopassus tampil di hadapan tamu undangan lengkap dengan sejumlah karung berisi ular berbisa. Ular tersebut dilepaskan di lapangan dan sontak tamu undangan khususnya kaum hawa teriak.

Siapa sangka, atraksi tersebut hanya dipersiapkan selama lima hari saja oleha Mayor Inf Yos Djolong. Ia mengaku saat diminta untuk menunjukkan kebolehannya menaklukkan ular, sedikit kebingungan karena ularnya tidak ada di markas.

"Kami tidak punya apa-apa. Kami siasati, beberapa dari kami berangkat ke Nusakambangan untuk mencari King Kobra. Disana ada agen kami dan setelah menunggu dua hari, akhirnya berhasil menemukan 4 ekor King Kobra," katanya.

Terdapat 50 personel Kopassus yang khusus mengikuti sekolah pertempuran hutan. Kepada masyarakat, Yos mengimbau jika menemukan ular atau binatang buas lainnya, jangan memukul apalagi sampai mati.

Tidak jarang mereka menemukan bangkai ular di pinggir jalan yang diduga dibunuh oleh manusia atas dasar ketidaktahuan.

"Makhluk hidup merupakan bagian kekayaan alam. Tugas kami dan kita semua ialah menyelamatkan serta melestarikan semua ciptaan Tuhan," katanya. (*)

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved