Tarian dan Silat Khas Minangkabau Akan Ditampilkan dalam Festival di Jepang
Triana menjelaskan, nantinya di acara tersebut 10 mahasiswa yang menjadi delegasi Indonesia akan menyajikan beberapa pertunjukan atraktif semisal Tari
Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Unit Pecinta Budaya Minangkabau (UPBM) Universitas Padjadjaran akan memperkenalkan tarian dan silat dari kebudayaan Minangkabau di acara The 13th Kagoshima Asian Youth Arts Festival, Kagoshima, Jepang, pada tanggal 17 Oktober 2018 hingga 21 Oktober 2018.
Menurut ketua pelaksana UPBM, Triana Bunda, menceritakan awalnya pihak penyelanggara festival dari Jepang mengajak Unit Kegiatan Mahasiswa Unpad ini tampil di acara tersebut dengan menampilkan tarian dan silat yang berasal dari kebudayaan Minangkabau.
Adanya undangan itu, pihaknya pun langsung mengiyakan untuk bermain di acara festival Jepang itu.
Triana menjelaskan, nantinya di acara tersebut 10 mahasiswa yang menjadi delegasi Indonesia akan menyajikan beberapa pertunjukan atraktif semisal Tari Rantak, Silek Harimau, dan Tari Piriang.
"Kami nantinya disana akan menampilkan tarian dan silat khas Minangakabau asli Indonesia yang akan dilihat oleh warga asing disana," ujar Triana Bunda saat ditemui Tribun Jabar di Car Free Day Dago, Kota Bandung, Minggu (30/9/2018).
• Pasca Gempa Bumi Berkekuatan 7,4 SR, Amal Mulia dan For Humanity Langsung Kirim Relawan ke Palu
• BNPB Anggarkan Dana Siap Pakai Rp 560 Miliar untuk Masa Tanggap Bencana di Palu dan Donggala
Festival ini juga menjadi kali pertama bagi UPBM mengikuti festival internasional, selama 32 tahun organisasi ini beridiri.
Ia menceritakan Kagoshima Asian Youth Arts Festival tahun lalu diikuti 176 orang dari sembilan negara dan penduduk dari Kota Kagoshima Jepang. Tetapi, ia belum dapat memastikan jumlah peserta pada tahun ini.
Triana juga menceritakan, organisasinya tersebut kekurangan dana untuk dapat mengikuti festival tahunan di Kagoshima, Jepang, tersebut.
"Jumlah dana pemberangkatan ke acara tersebut, untuk 10 mahasiswa Unpad totalnya kurang lebih Rp 170 juta dan dana yang sudah terkumpul baru Rp 25 juta, itu juga dari alumni dan senior," ujar Triana.
Selain menggalang dana secara mandiri, UPBM juga sudah mengajukan proposal ke kampus dan akan mengajukan proposal bantuan dana ke Pemprov Jabar.
Ia berharap adanya perhatian dari Kampus Unpad dan Pemprov Jabar, karena menrut Triana, kegiatan ini akan memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Minangkabau, ke dunia internasional, setidaknya kepada peserta dan penonton Kagoshima Asian Youth Arts Festival.
• Pemkab KBB Gelar Tasyakuran Sekaligus Catat Rekor MURI, Ini Rekornya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/galang-dana_20180930_104343.jpg)