Meski Sudah Sepuh, Radit Masih Berjualan Pisang, Alasannya Bikin Bangga
Di usia yang telah melewati kepala tujuh, Radit tampak masih semangat berjualan pisang. Padahal, ia memiliki tujuh anak . . .
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Di usia yang telah melewati kepala tujuh, Radit tampak masih semangat berjualan pisang.
Padahal, kakek ini memiliki tujuh anak yang secara finansial tergolong mampu membiayai kebutuhan sehari-harinya.
Namun, warga Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, itu memilih untuk tetap berjualan pisang.
"Enggak enak, anak kan semuanya sudah berkeluarga, saya enggak mau merepotkan mereka," kata Radit (75) saat ditemui di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Minggu (30/9/2018) sore.
• Timnas U-16 Jepang Lolos ke Semifinal Piala Asia U-16 2018, Berpotensi Lawan Timnas U-16 Indonesia
• Puluhan Mobil Monster Beraksi di Mal Kota Cirebon, Ribuan Pengunjung Pun Terpukau
Karenanya, hingga kini Radit masih berjualan pisang secara berkeliling di Kota Cirebon.
Namun, ia mengakui lebih banyak mangkal di sisi jalan dibanding berjalan kaki menjajakan pisang.
Pasalnya, usia yang sudah renta membuat Radit cepat lelah saat memikul pisang.
"Dulu belanjanya di Kuningan, sekarang sudah tua jadi enggak kuat jalan jauh-jauh," ujar Radit.
Kakek yang memiliki 20 cucu itu memilih mangkal di pinggir-pinggir jalan karena dinilai minim saingan meski untung yang didapat dirasa lebih sedikit.
• BNPB Sebut Informasi Dampak Gempa dari Tiga Lokasi di Sulteng Ini Sulit Diperoleh, Berikut Alasannya
• Nasib 7 Atlet Paralayang yang Nginap di Hotel Roa Roa Saat Gempa Palu Belum Diketahui
Ia mengaku, uang yang didapat selain untuk membeli kebutuhan sehari-hari juga digunakan untuk memberi jajan ke cucu-cucunya.
Saat ditemui, sesekali Radit tampak berdiri sambil memegang dua tandan pisang di kedua tangannya.
Ia menawarkan pisang-pisang itu kepada para pengendara motor dan mobil yang melintas.
"Kalau laku cepat, pas zuhur juga sudah pulang. Sehari biasanya laku 10 - 15 tandan pisang," kata Radit.
Baju putih tampak melapisi badannya yang terlihat sudah sedikit membungkuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kakek-radit-penjual-pisang_20180930_210101.jpg)