Sepanjang September, Sudah 211 Warga Cianjur Dirawat Karena DBD, 1 Orang Meninggal
Dinas Kesehatan Cianjur mencatat hingga akhir September ini sudah ada 211 pasien demam berdarah yang telah mendapatkan perawatan.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto
"Kegiatan ini sebagai tindaklanjut adanya warga yang meninggal akibat penyakit DBD," katanya.
Fogging dilakukan atas permohonan Kades Selajambe melalui Puskesmas Sukaluyu, untuk mencegah semakin banyaknya korban akibat nyamuk DBD.
"Untuk sementara ini baru tiga RT di Kampung Cibakung yang dilakukan fogging. Kami akan antisipasi terhadap wilayah lain, karena menunggu laporan dari warga di wilayahnya," ujar dia.
Agus mengatakan, untuk ke depannya pihaknya akan mensosialisasikan cara pencegahan adanya nyamuk DBD. Selain itu, akan memberikan arahan agar warga di Kecamatan Sukaluyu menerapkan pola kebersihan.
"Kami akan bekerjasama dengan Puskesmas dan Dinkes untuk melakukan pencegahan terhadap DBD di Kecamatan ini. Selain itu, akan sosialisasikan penerapan hidup bersih, karena sejauh ini belum ada laporan apapun dari warga yang berdampak penyakit lainnya," katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Agus Haris mengatakan, jika dilihat dari presentase angka penderita demam berdarah menurun untuk tahun 2018. "Kalau tahun 2017 ada 321 kasus tahun ini menurun menjadi 211 kasus kalau kematian tak menjadi penentu," ujar Agus, Selasa (25/9).
Agus mengatakan beberapa kecamatan di Cianjur memang menjadi kawasan endemis DBD.
"Memang ada beberapa wilayah di Cianjur yang endemis. Katagorinya endemis tinggi, rendah, dan sedang. Seperti kawasan Karangtengah, Ciranjang, Sukaluyu," katanya.(fam)