Sabtu, 25 April 2026

20 Hari ke Depan Bandung Bakal Krisis Air, Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca Terus Mengering

"Sekitar 60-70 persen pasokan air PDAM Tirtawening Kota Bandung mengandalkan Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca,"

Penulis: Tiah SM | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Tiah SM
Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, ketika meninjau Situ Cipanunjang, Rabu (26/9/2019). 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG- Air Situ Cipanunjang sudah surut dan nyaris kering, hanya tinggal bagian tengah. Begitu juga Situ Cileunca sudah berkurang.

Kedua situ yang berlokasi di Pangalengan Kabupaten Bandung sebagai pemasok Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Tirtawening Kota Bandung.

"Sekitar 60-70 persen pasokan air PDAM Tirtawening Kota Bandung mengandalkan Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca," ujar Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, ketika meninjau Situ Cipanunjang, Rabu (26/9/2019).

Sonny Salimi didampingi Direktur Air Minum mengatakan, sejak bulan Agustus sampai saat ini tak pernah ada hujan di Pangalengan.

Akibatnya, setiap hari, volume air Situ Cipanunjang menurun 37 cm per hari sedangkan air di Situ Cileunca turunt 2,5 cm.

Pesan Ibu Haringga Sirla untuk Suporter Sepak Bola Indonesia: Percuma Klub Menang tapi Makan Korban

Habib Rizieq Dicekal, Mabes Polri Tegaskan Itu Hak Pemerintah Arab Saudi

"Sumber air baku hanya mengandalkan Situ Cileunca itu pun hanya untuk 20 hari lagi sedangkan Situ Cipanunjang sudah surut tak bisa dipakai," ujarnya.

Sonny Salimi minta kepada warga Kota Bandung khususnya pelanggan PDAM untuk berdoa agar hujan turun di wilayah Situ Cipanunjang dan Cileunca.

Kondisi Situ Cipanunjang di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (26/9/2019).
Kondisi Situ Cipanunjang di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (26/9/2019). (Tribun Jabar/Tiah SM)

"Tinggi air Situ Cipanunjang normalnya 22 meter tapi saat ini kering tak berair, jika dalam 20 hari ke depan maka Kota Bandung darurat air bersih," ujar Sonny Salimi.

Menurut Sonny Salimi, tak ada solusi untuk memasok air ke pelanggan jika tak hujan dalam waktu 20 hari ke depan.

"PDAM mengandalkan sumber air dari Sungai Cikapundung hanya sedikit sedangkan 70 persen bergantung di wilayah selatan Cipanunjang dan Cileunca," ujarnya.

Sonny Salimi juga meminta warga untuk bijaksana menggunakan air yang penting-penting saja, kalau bisa air yang sudah dipakai, ditampung lalu digunakan dengan daur ulang.

Ia berharap ada kerja sama dari stakeholder terkait demi mengatasi krisis air di antaranya ada pengerukan sungai dan membangun penampungan air atau membuat danau buatan.

Pembangunan di Kota Bandung terus berkembang tak bisa dihentikan otomatis kebutuhan air bersih meningkatkan sedangkan sumber air tetap.

Selain itu, pihaknya juga ‎sudah mengajukan permohonan kepada Pemkot Bandung untuk segera membuat danau, bendungan atau penampungan air.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved