Ini 5 Alasan Film Aruna dan Lidahnya Bakal Seru Kamu Tonton
Memendam perasaan tidak akan baik untuk perasaan dan bisa berakibat fatal, apalagi jika satu pekerjaan.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kembalinya Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra lewat Film Aruna dan Lidahnya akan membuat Anda merasa gemas dengan akting aktor yang menjadi sahabat ini.
Film yang diproduksi oleh Palari Film ini berhasil membuat film yang ringan, namun berisikan isu-isu nasional yang dibalut dengan komedi romantis.
Bagi Anda yang penasaran akan film yang segera rilis pada 27 September 2018 ini, simak 5 alasan kenapa Anda harus menonton film Aruna dan Lidahnya :
1. Mengenal Kuliner Indonesia
Di film Aruna dan Lidahnya, Aruna harus berkunjung ke lima kota untuk urusan pekerjannya. Selain bekerja, Aruna juga berwisata Kuliner dengan Bono ( Nicholas Saputra) ke Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, Singkawang dan Jakarta.
Makanan khas setiap daerah yang dikunjungi mulai dari soto Lamongan, lorjuk (kerang bambu), bakmi kepiting, rujak soto, otak-otak, sop iga, hingga berbagai kuliner lainnya bisa Anda temukan di film ini.
Lewat film ini, Anda bisa mengenal kuliner Indonesia dan mengetahui jika makanan khas daerah memiliki ciri khas dan kenikmatan tersendiri yang wajib dicoba.
2. Isu pelakor dan pebinor
Ya, pencuri laki orang (pelakor) dan pencuri bini orang (pebinor) juga dibahas di film ini. Kedua isu ini memang sedang ramai dan menjadi perbincangan di media sosial.
Walaupun tidak dibahas secara detail, namun lewat film Aruna dan Lidahnya, Anda bisa melihat sudut pandang lain lewat apa yang dirasakan oleh Hannah Al Rashid (Nadezha) dan Oka Antara ( Farish).
3. Isu korupsi
Korupsi kian merajalela, setiap orang yang memiliki kepentingan memiliki cara tersendiri bahkan bisa dikatakan kotor dan menghalalkan segala cara untuk bisa korupsi.
Lewat investigasi yang dilakukan Aruna dan Faris, penonton bisa melihat bagaimana sistem atau cara kerja awal mula korupsi bisa terjadi.
4. Makanan Tak Hanya Sekedar Makanan
