Breaking News:

Dilanda Kesulitan Air Bersih, Warga di Paseh Manfaatkan Air Sungai

Sungai Sungalah yang berada tidak jauh dari permukiman warga ini, kondisinya masih tidak terlalu kerah dan tidak mengalami pencemaran limbah industri

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Yudha Maulana
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sejumlah ibu rumah tangga mencuci di Sungai Sungalah di Kampung Menol, Desa Cipaku, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Minggu (23/9/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bencana kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung, salah satunya wilayah tersebut adalah daerah Kampung Menol, Desa Cipaku, Kecamatan Paseh.

Kampung yang berjarak 39 kilometer (km) dari Kantor Pemerintahan Kabupaten Bandung tersebut, mengalami kekeringan sejak enam bulan terakhir, sehingga warga di kampung itu pun kesulitan mendapatkan air bersih.

Kesulitan mendapatkan pasokan air bersih zelama enam bulan terakhir ini, ditandai oleh hampir seluruh sumur milik warga Kampung Menol, sehingga aktivitas warga pun terhambat.

Di balik bencana kekeringan yang melanda kampung itu, setidaknya ada puluhan warga terlihat tidak begitu risau, karena salah satu sungai di Kampung Menol, yakni Sungai Sungalah, masih menyisakan air untuk kebutuhan warga setiap hari.

Hasil Final Polling Mata Najwa di Tiga Medsos: Prabowo-Sandi Unggul dari Jokowi-Maruf Amin

Sungai Sungalah yang berada tidak jauh dari permukiman warga ini, kondisinya masih tidak terlalu kerah dan tidak mengalami pencemaran limbah industri seperti sungai - sungai lainnya di Kecamatan Paseh.

Setiap pagi hingga hari, warga Kampung Menol, terutama kaum ibu, memanfaatkan aliran air Sungai Sungalah untuk berbagai kebutuhan, di antaranya mandi, mencuci dan buang air besar (BAB).

Kepada Tribun Jabar, Titi (47), mengatakan, memanfaatkan air sungai tersebut sangat terpaksa, karena sumur yang berada di rumah mengalami penyurutan yang terjadi bersamaan dengan warga lainnya.

"Sumur masih ada air, cuma keruh dan berbau. Lebih air bagus Sungai Sungalah, masih bisa untuk mandi dan mencuci," kata Titi di Kampung Menol, Minggu (23/9/2018).

Live Streaming Timnas U-19 Indonesia Vs Thailand Hari Ini, Tonton di HP

Meskipun dalam kondisi masih terbilang cukup normal, warga enggan memanfaatkan air Sungai Sungalah untuk dikonsumsi, karena telah tercampur sabun dan debu dari tebing sungai.

Sebaliknya, untuk kebutuhan konsumsi, warga di Kampung Menol membeli air minum isi ulang dari beberapa depot, seharga Rp 5 ribu pergalonnya.

Titin mengatakan, Sungai Sungalah adalah keberkahan tersendiri bagi warga, karena satu - satunya sumber air yang masih menyisakan air, hanya Sungai Sungalah.

"Kebayang kalo sungai tidak ada atau tercemar. Warga pasti kesusahan, karena kalau beli air galon banyak - banyak juga pengeluaran pasti boros," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved