Keren, Bandung Internasional Dance Competition Hadirkan Berbagai Seni Tari Lintas Genre
Dikenal sebagai kota kreatif, Bandung seringkali menghadirkan acara-acara bergengsi dan melahirkan seniman berbakat.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dikenal sebagai kota kreatif, Bandung seringkali menghadirkan acara-acara bergengsi dan melahirkan seniman berbakat.
Tak hanya menyanyi, di dunia seni tari, Bandung juga memiliki banyak peminatnya dari berbagai genre, mulai dari tradisional, balet, hip hop, dan kontemporer.
Selama ini pergerakan pelaku dunia seni seringkali memiliki idealisme masing-masing, namun di akhir minggu ini Anda bisa melihat berbagai jenis tarian di dalam kompetisi.
Bandung International Dance Competition (BIDC) yang akan digelar pada 21-23 September 2018 di Teater Tertutup Dago Tea House, Jalan Bukit Dago Selatan No 53.
Ketua panitia BIDC, Herman Susilo Haslim, mengatakan memilih Bandung sebagai lokasi acara karena Kota Kembang dikenal sebagai kota kreatif yang ternyata support dengan kompetisi ini.
"BIDC ini dibuat menjadi kompetisi tari lintas genre agar setiap komunitas dapat memperluas hubungan dengan genre tari lainnya," ujar Herman, di Jalan Dago No 381, Kamis (20/9/2018).
• Istrinya Hamil, Dedi Mulyadi Ingin Anak Laki-laki Agar Jadi Pemain Sepak Bola
• Tuan Guru Bajang Ungkap Arah Dukungan Politik Ustaz Abdul Somad dan Aa Gym
Herman mengatakan bahwa BIDC akan mempertemukan enam kategori jenis tarian sekaligus, di antaranya adalah tari tradisional, balet, demi-character, kontemporer, jazz, dan hip-hop.
Setiap kategori dibagi menjadi tiga tipe, yaitu solo, duo, dan grup (minimal tiga orang). Selain itu juga ada pembagian kategori umur yaitu pre-competitive (7-8 tahun), junior (9-11 tahun), teen (12-14 tahun), senior (15-17 tahun), dan open age (18 tahun ke atas).
Kategori ini dibedakan karena menurut Herman, perbedaan motorik setiap anak akan berbeda ketika menari.
Hadirnya BIDC bisa menjadi sarana bagi seniman muda Indonesia yang memiliki potensi dan bakat untuk unjuk kebolehan dan bersaing dengan penari luar negeri.
"Juri yang menilai kompetisi ini ada juga yang berasal dari luar negeri, seperti Jeffrey Tan dari Singapura, dan
Keiji Tomiyama dari Jepang," ujar Herman.
Selama tiga hari, kompetisi internasional ini akan dimulai sejak pukul 09.00 WIB.
• Faizal Assegaf Sebut Rizal Ramli Hobi Desak Presiden Copot Menteri: Pernah Dipecat Jadi Dendam
• Jika Keluarga Rohanda Tetap Tinggali Rumahnya, Pak Eko Akan Bawa Kasusnya ke Pengadilan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bidc_20180921_101718.jpg)