Rabu, 8 April 2026

PJT II Jatiluhur Siapkan Hadiah bagi Para Relawan PMI yang Ikuti Acara TKRN

Para relawan yang mengikuti acara TKRN PMI di Kawasan Wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta, mendapat hadiah spesial dari PJT II Jatiluhur

Penulis: Haryanto | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Haryanto
Acara pembukaan kegiatan TKRN PMI se-Indonesia di Kawasan Wisata Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Senin (17/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Para relawan yang mengikuti acara Temu Karya Relawan Nasional (TKRN) PMI di Kawasan Wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta, mendapat hadiah spesial dari Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur.

Namun, hadiah yang disiapkan oleh PJT II Jatiluhur bagi para relawan PMI itu tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan dengan syarat tertentu.

 Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro mengatakan para relawan dari masing-masing provinsi itu dilombakan terlebih dahulu.

Salah satunya yaitu berkaitan dengan kebersihan lokasi acara skala nasional itu.

Beli Mesin Pengeruk Sampah dari Pindad, Ridwan Kamil : Itu Awali Peran sebagai Dansatgas Citarum

"Kami akan siapkan kenang-kenangan bagi para peserta kegiatan PMI ini, jika dari mereka bisa menjaga kebersihan di sekitar Kawasan Waduk Jatiluhur," kata Djoko saat ditemui di kawasan Jatiluhur, Purwakarta, Selasa (18/9/2018).

Oleh karena itu, pihaknya berharap peserta temu karya ini bisa menjaga lingkungan dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.


Relawan PMI se-Indonesia itu berkumpul di Jatiluhur mulai dari Senin (17/9/2018) hingga Jumat (21/9/2018).

Pada waktu tersebut, selain beragendakan melakukan kegiatan sosial dan silaturahmi, ribuan relawan itu akan menjaga lingkungan tetap asri.

"Kebersihan, sangat kami prioritaskan. Apalagi, Waduk Jatiluhur terintegrasi dengan program Citarum harum," ucapnya menambahkan.

Agar para relawan merah itu bisa tetap menjaga kebersihan dari sampah, kata Djoko, PJT II pun menyediakan alat pemusnah sampah. 

Penyediaan tempat pembakaran sampah (incenerator) merupakan salah satu fasilitas yang disediakan.

Supaya, produksi sampah sisa dari kegiatan tersebut tidak menumpuk dan bisa langsung teratasi. 

Tak hanya incenerator, Djoko menyebut di area perkemahan juga dilengkapi dengan tong sampah. Ketika sampah itu penuh, maka akan dipilah-pilah antara sampah basah dan kering.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved