Minggu, 12 April 2026

Rupiah Melemah

Pemerintah Tingkatkan Ekspor Melalui Industri Otomotif

Pemerintah tengah berupaya untuk terus meningkatkan nilai ekspor produk manufaktur dalam upaya memperbaiki perekonomian nasional.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Fitri Wulandari
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa malam (27/3/2018). 

TRIBUNJABAR.ID - Pemerintah tengah berupaya untuk terus meningkatkan nilai ekspor produk manufaktur dalam upaya memperbaiki perekonomian nasional.

Dilansir TribunWow.com dari website resmi Kementerian Perindustrian RI, ini ditujukan untuk meningkatkan kembali ekspor netto sebesar 10 persen dari Produk Domestik Bruto sebagai satu dari banyaknya target peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Di roadmap tersebut, salah satu sektor yang tengah diprioritaskan pengembangannya, yakni industri otomotif. Sasarannya, Indonesia diharapkan menjadi basis produksi kendaraan bermotor baik internalcombustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV) untuk pasar domestik maupun ekspor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Rabu (5/9/2018).

Hal tersebut disampaikan Airlangga Hartanto dalam acara Realization Over 1 Million CBU Export PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT TMMIN) di Jakarta.

Airlangga menyebutkan, pihaknya mengapresiasi PT TMMIN yang sejak tahun 1987 telah berhasil melakukan ekspor kendaraan dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) sebanyak 1,4 juta unit.

“Keberhasilan ini juga ditandai dengan pencapaian target ekspor mobil CBU untuk pertamakalinya tahun 2018 menembus angka 200 ribu unit per tahun atau senilai sekitar 3 juta dolar AS,” tuturnya.

Kementerian Perindustrian mencatat peningkatan tahunan atas tren ekspor PT TMMIN untuk kendaraan CBU.

Pada 2016, ekspornya sebanyak 169 unit atau senilai 2,1 juta dolar AS, naik menjadi 199 unit (2,6 juta dolar AS) di 2017.

“Ini menunjukkan geliat manufaktur kita sedang tumbuh dan kepercayaan diri pelaku industri kita sedang tinggi-tingginya,” ucap Airlangga.

Airlangga menambahkan, pihaknya terus berupaya memperluas pasar ekspor untuk industri otomotif nasional.

Karenanya, perlu fasilitas insentif fiskal guna memacu produksi kendaran yang sesuai selera konsumen global.

“Misalnya, kami sedang mendorong peningkatan ekspor sedan dan mengambil peluang ke Australia,” tuturnya.

Sementara itu, sambungnya, kendaraan CBU merek Toyota yang diproduksi PT TMMIN telah dieskpor ke lebih dari 80 negara di Asia, Eropa, Australia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Timur Tengah,dan Pasifik.

“Saat ini, sebanyak 1.879 unit CBU dari Toyota akan dikirim ke Bahrain, Bangladesh, Laos, Myanmar, Peru, Qatar, Saudi Arabia, Thailand, Uni Emirat Arab dan Kosta Rika,” sebutnya.

Airlangga juga memastikan, kemampuan industri otomotif nasional saat ini telah kompetitif dan struktur manufaktur semakin dalam dengan didukung banyaknya industri komponen di dalam negeri.

“Maka itu, hasil produksi Toyota di Indonesia, tingkat kandungan lokalnya sangat tinggi, mencapai 75-94 persen,” ujarnya.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved