Jumat, 17 April 2026

Band Rubah di Selatan Keliling Eropa, Musik dan Tampilannya Indonesia Banget

Tour Eropa ini berlangsung dalam rangka Siasat Trafficking Europe Tour gagasan dari Siasat Partikelir dan Go Ahead Challenge (GAC).

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Kisdiantoro
Istimewa
Penampilan Rubah di Selatan yang menggunakan paduan kain tradisional nusantara. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rubah di Selatan, band yang berasal dari selatan Yogyakarta baru saja menyelesaikan Tur Eropa.

Tour Eropa ini berlangsung dalam rangka Siasat Trafficking Europe Tour gagasan dari Siasat Partikelir dan Go Ahead Challenge (GAC).

Tour Eropa yang dilakukan pada 1-10 Juli 2018 ini dikemas dalam sebuah film dokumenter “From Paris Parangtritis To Paris France” yang kemudian diputar di Sleman Creative Space pada 31 Juli 2018.

Setelah melalui tahap kurasi dari 500 grup band di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Siasat Partikelir dan Go Ahead Challenge (GAC), Rubah di Selatan terpilih menjadi satu-satunya band yang akan berangkat mengelilingi Eropa.

Kim Jeffrey Kurniawan Akui Nyaman dengan Skema Mario Gomez di Persib Bandung

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, Rabu (5/9/2018), pihak Siasat Partikelir, Adjust Purwatama mengatakan alasan dipilihnya Rubah di Selatan adalah karena band ini mencerminkan Indonesia, baik dari segi musikalitas dan ketika tampil diatas panggung.

"Misi utama mengirim delegasi untuk ke Eropa selain musiknya bagus, kami juga perlu mengenalkan budaya Indonesia lebih jauh," ujar Adjust Purwatama.

Selama 10 hari, band yang beranggotakan Mallinda (vokal), Gilang (gitar), Adnan (keyboard), dan Ronie (etnik perkusi) ini, membawakan aroma kelokalan khas mereka ke kota-kota di Eropa, yaitu Amsterdam - Belanda, Luxembourg - Belgia, Paris - Perancis, dan Munchen - Jerman.

BKPP: Kasus Dugaan Pungli oleh Kasi Rescue Damkar Tengah Diproses Inspektorat

Terbentuk tiga tahun lalu di sisi selatan Yogyakarta, tepatnya di kawasan Sewon, Jalan Parangtritis, band ini memiliki ketertarikan pada nilai-nilai kearifan lokal, petuah jaman dulu, dan nilai-nilai lokal lain yang mereka temukan.

Semua itu seolah menjadi bahan bakar mereka dalam berkarya.

Berbeda dengan yang lainnya, Rubah di Selatan mencoba untuk memperlakukan kelokalan tersebut ke dalam budaya populer.

Mendekatkan antara keduanya tanpa harus menyalahkan salah satu sisi diantara keduanya.

Mencari titik temu agar keduanya dapat saling berjalan dan menjadi sebuah keunikan baru.

Gabungan instrumen tradisi, lirik populer, dan visual khas Indonesia di tiap pertunjukan menjadi identitas kuat Rubah di Selatan.

Pada tur Eropa kali ini pun, mereka membawa issue lokal yang sama ke ruang yang lebih luas dan lebih jauh dari Indonesia, ruang yang berjarak 18 jam perjalanan udara dari Indonesia.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved