Kamis, 9 April 2026

Terima Keluhan Warga, Komisi D DPRD Sumedang Sidak ke Pabrik Jasa Pencucian Garmen

Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang, menginspeksi mendadak (sidak) CV Perintis Putra Bangsa, Jalan Kolonel Ahmad Syam, D

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang, menginspeksi mendadak (sidak) CV Perintis Putra Bangsa, Jalan Kolonel Ahmad Syam, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (3/9/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang, menginspeksi mendadak (sidak) CV Perintis Putra Bangsa, Jalan Kolonel Ahmad Syam, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (3/9/2018).

Sidak bersama unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) itu, dilakukan atas keluhan warga sekitar yang kerap mencium bau asap dari dalam pabrik jasa pencucian tersebut.

Dari pantauan Tribun Jabar, pabrik tersebut memiliki saluran pembuangan limbah cair dan cerobong asap pembuangan yang menghadap langsung ke anak Sungai Citarum, yakni Sungai Cikeruh.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Rohmawan, mengatakan bahwa setelah memantau, pabrik tersebut masih kurang upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungam (UPLKL).

"UPLKL sebagai prasarat konsultan untuk kajian pembuangan limbah masa berlakunya pun sudah habis, yakni hanya sampai 17 mei 2018," kata Dadang seusai sidak di Jalan CV Perintis Bangsa, Senin (3/9/2018).

Puncak Upacara Seren Taun, Masyarakat Cigugur Berarak Bawa Hasil Panen dari 4 Penjuru

Presiden Jokowi Panggil Menteri Keuangan dan Gubernur BI ke Istana Kepresidenan, Bahas Rupiah?

Bila tidak segera memperbaiki kekurangan tersebut, kata Dadang, Pemerintah Kabupaten Sumedang berhak menutup, agar perusahaan tersebut tidak kembali beroperasi dan merugikan masyarakat sekitar.

"Untuk tindak lanjut dilakukan oleh pemerintah daerah," katanya.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau pemerintah setempat untuk menjalankan fungsi pengawasan tanpa mengenal waktu, baik siang, sore, maupun malam.

"Antara pihak pemerintah, warga, perusahaan, dan DPRD harus kooperatif," katanya.

Warga sekitar, Rahmat (36), mengatakan bahwa bau asap pembakaran yang berasal dari pabrik jasa pencucian garmen tersebut, kerap dirasakan oleh warga pada malam hari, karena hanya berjarak 50 meter dari permukiman.

"Setiap malam tercium, karena arah angin ke rumah warga," katanya.

Anggaran BBM Habis, 4 Hari Sampah Menumpuk di Sejumlah TPSS Kota Cirebon

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved