Kamis, 7 Mei 2026

Tak Ada Perhatian dari Pemda, Tiga Pesilat Peraih Emas Asian Games asal Garut, Sempat Ingin Pindah

Taufik mengatakan, alasan ketiga muridnya ini ingin pindah karena tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah

Tayang:
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Ichsan
kompas.com
Tiga pesilat Indonesia peraih emas Asian Games 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Tiga atlet pencak silat asal Garut yakni, Nunu Nugraha, Asep Yuldan, dan Anggi Faisal Mubarok, mengaku sempat ingin pindah dari Kabupaten Garut karena kurangnya perhatian dari pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan pimpinan Padepokan Pencak Silat Putra Siliwangi, Taufik Mahmud, kepada Tribun Jabar di padepokan miliknya di Kampung Panawuan, Desa Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Ketiga atlet peraih medali emas Asian Games 2018 itu adalah murid di Padepokan Pencak Silat Putra Siliwangi.

Marcus/Kevin Sabet Emas, Kevin Sempat Kelabakan Ganti Raket pada Detik-detik Terakhir Perebutan Poin

Namun, permintaan ke tiga atlet tersebut di tolak keras oleh Taufik, karena dinilai sebagai bentuk pengkhianatan kepada perguruan silat.


"Saya larang, mereka tinggal dan berguru di Garut. Seharusnya tetap memberikan yang terbaik bagi Garut," kata Taufik di padepokan, Selasa (28/8/2018).

Taufik mengatakan, alasan ketiga muridnya ini ingin pindah karena tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah kepada atlet silat yang berprestasi.


"Kata mereka, bonus yang didapatkan di daerah lain lebih besar," katanya.

Di balik minimnya apresiasi dari pemerintah daerah, ketiga pesilat itu justru mampu mendulang emas pada Asian Games 2018.

Ketiga pesilat asli Garut ini, mampu mencatat 465 poin, unggul dari pesilat Vietnam dan Thailand.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved