Idjon Djanbi, Bapak Kopassus yang Rela Ceraikan Istri Demi Kecintaannya pada Indonesia
Dia lantas meminta istrinya, seorang perempuan Inggris yang dia nikahi saat perang serta putra-putrinya untuk tetap tinggal di Indonesia.
Penulis: Widia Lestari | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID - Bagaimana persepsi Anda terhadap pasukan militer berbaret merah?
Ya, mereka adalah pasukan elite yang tak bisa dianggap remeh.
Pasukan khusus yang menjaga perdamaian dan pertahanan negeri, Kopassus.
Siapa sangka, berdasarkan catatan sejarah, komandan pertama Kopassus justru bukan orang Indonesia.
Ia adalah orang asli Belanda, Rokus Bernardus Visser yang kemudian berganti nama menjadi Mochammad Idjon Djanbi.
Idjon Djanbi menjadi sosok paling melegenda di dunia militer, khususnya TNI AD.
Pasalnya, ia adalah orang pertama yang mencetak para pasukan khusus di tanah air.
Kala itu, Idjon Djanbi sudah menjadi warga sipil di Indonesia.
Ia memilih pensiun dini dari posisi Pelatih Kepala di sekolah parasutis.
Padahal, kariernya tengah moncer, ia sudah diangkat jadi kapten.
Namun, ia memilih mengakhiri karier militernya dan menetap di Indonesia.
Idjon Djanbi pun harus hidup terlunta-lunta, tanpa titel militer.
Idjon Djanbi harus menanggung risiko akan kebencian warga lokal terhadap Belanda, pihak yang telah menyengsarakan bangsa Indonesia pada masa penjajahan.
Namun, ia masih tetap bisa hidup secara aman dan damai.
Awalnya, Djanbi ditunjuk menjadi instruktur di sekolah pasukan khusus Belanda di India, School Opleiding Parachutisten/SOP (sekolah paratrooper).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/idjon-djanbi_20180610_172600.jpg)