Jumat, 29 Mei 2026

Diminta Pergi dari Surabaya, Ahamd Dhani Beri Jawaban Santai, Malah Masih Mau Dirikan Posko

Ahmad Dhani menjadi sasaran kemarahan massa yang menolak gerakan #2019GantiPresiden

Tayang:
Editor: Kisdiantoro
Kolase Tribun Jabar
Ahmad Dhani 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Ahmad Dhani menjadi sasaran kemarahan massa yang menolak gerakan #2019GantiPresiden sebab muncul informasi dia mengumpat Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama. Umpatan itu muncul dalam video blog yang dibikin Dhani di dalam Hotel Majapahit, Surabaya, Minggu (26/8).

"Saya tidak bilang begitu, lihat saja di dalam video saya nggak ngomong," ujarnya kepada wartawan di Hotel Elmi, Surabaya.

Tentang imbauan polisi agar ia segera kembali ke Jakarta, Dhani mengatakan masih punya kegiatan di Surabaya dan sekitarnya.

"Saya, kan, belum mau pulang. Lha , saya ke sini mau liburan kok bersama keluarga," katanya.

Musisi pentolan Dewa 19 ini mengatakan masih banyak kegiatan yang harus diselesaikannya sehingga ia baru kembali ke Jakarta pada Kamis (30/8).

"Masih ingin mendirikan posko‑posko di Sidoarjo dan segala macam, terkait koordinasi dengan relawan saya," ucapnya.

Dedi Mulyadi Itikaf di Masjid yang Sejak 1960 Tak Pakai Pengeras Suara tapi Jemaahnya Taat Ibadah

Dhani mempersilakan kalau ada yang ingin datang saat acara pendirian posko di Surabaya dan Sidoarjo pada Senin.

Dia tidak ingin kehilangan hak sebagai warga negara dalam melakukan kegiatan politiknya. "Kalau memang saya diusir dari Surabaya, ya, saya akan ke Sidoarjo, misalnya begitu, lho," kata Dhani.

Ahmad Dhani telah berada di Surabaya pada Sabtu (25/8). Ia sempat makan bersama relawan #2019GantiPresiden menikmati kuliner khas Surabaya, lontong balap, di kawasan Kranggan.

Kegiatan Dhani cs di Surabaya mendapat tandingan dari koalisi Cinta NKRI Jawa Timur. Mereka menggelar aksi di depan Hotel Majapahit, tempat Dhani menginap. Massa membentangkan spanduk meminta Ahmad Dhani tidak menggelar deklarasi #2019GantiPresiden, sekitar pukul 09.30 WIB.

Mengenal Bayu Oktara, Partner Baru Roy Kiyoshi yang Ternyata Takut Hal Gaib

Ahmad Zazuli, Korlap Koalisi Cinta NKRI, menjelaskan, setelah melakukan orasi pihaknya bermaksud menemui Ahmad Dhani secara langsung untuk menyampaikan pesan agar jangan menggelar aksi deklarasi tersebut.

"Kami tidak bisa menemuinya (Ahmad Dhani), hanya bertemu perwakilan Hotel Mojopahit yang menyampaikan bahwa yang bersangkutan tidak akan melakukan aksi deklarasi," ucapnya.

Setelah itu, massa Koalisi Cinta NKRI terpecah menjadi dua, yaitu mengarah ke Gedung Grahadi dan Tugu Pahlawan-Gedung DPRD Jatim. Di tempat ini mereka bertemu dengan kelompok relawan deklarasi #2019GantiPresiden sehingga nyaris ricuh.

Saling lempar air kemasan tak terelakkan. Kedua kelompok itu sempat terlibat adu mulut. Polisi dari Brimob Polda Jatim bersama Sat Sabhara Polrestabes Surabaya membuat pagar betis untuk memisahkan kedua kelompok yang saling berseberangan.

Remaja Tewas Gantung Diri, Diduga Setelah Main Momo Challenge, Ada Simbol Illuminati di Dinding

Polisi sempat kewalahan lantaran saking banyaknya massa dari Koalisi Cinta NKRI yang berada di tempat itu. Zazuli menuturkan pihaknya tidak mau ada gesekan.

"Ini murni aksi simpatik terhadap keperdulian kami arek‑arek Suroboyo cinta NKRI. Mereka adalah saudara kita tapi mungkin mereka terkena provokasi sehingga melakukan kegiatan deklarasi itu," ujarnya.

Menurut Zazuli, deklarasi #2019GantiPresiden merupakan gerakan politik. "Kami mengajak memilih presiden, bukan ganti presiden," kata Zazuli.

Banser

Informasi mengenai adanya orang-orang berseragam Barisan Ansor Serba Guna (Banser) saat aksi penolakan deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, Minggu (26/8), menarik perhatian Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas.

Ia menegaskan baik Ansor maupun Banser secara organisasi tidak terlibat bentrok dengan massa pendukung deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya.

"Soal ada Banser yang turun di Surabaya seperti yang diberitakan, kami akan cek. Mereka benar Banser atau bukan. Masih aktif atau aktif hanya pada momentum‑momentum tertentu. Saya sudah perintahkan Kasatkornas Banser untuk cek di lapangan," kata Yaqut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut Yaqut, pihaknya akan segera mengambil tindakan berdasarkan hasil temuan di lapangan, termasuk apakah Banser melakukan langkah insubordinasi.

Pencak Silat Sumbang Medali Emas ke-13 Indonesia

"Nah, ini nanti akan kami kategorisasikan untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Tunggu saja," katanya.

Yaqut mengatakan secara institusi pihaknya tidak pernah menginstruksikan Banser untuk terlibat dalam demonstrasi apa pun terkait gerakan #2019GantiPresiden, khususnya yang berlangsung di Kota Surabaya.

"Secara institusi tidak ada instruksi, tapi memang ada kader‑kader yang ikut menolak gerakan tersebut secara pribadi. Kalau pribadi, ya, kami bebaskan saja. Toh, kader Banser dan Ansor pasti sudah tahu mana yang baik dan mana yang tidak bagi bangsa ini. Mereka memiliki pertimbangan matang untuk terlibat atau tidak," katanya.

Polisi Masih Mengejar Tahanan yang Kabur di Ciamis

Yaqut mengatakan, Ansor dan Banser baru akan terlibat secara institusional setelah menilai gerakan tersebut menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa dan negara.

"Sementara ini, kami masih melihat ini hanya gerakan politik dari orang‑orang yang frustrasi, bingung, tidak tahu akan menggunakan narasi apa untuk melawan petahana," ujarnya. (tribunnetwork/mal/son)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved