Sejumlah Warga Cimahi Gelar Salat Iduladha pada Hari Selasa, Begini Kata Kepala Kesbang Cimahi
"Asalkan ada pertanggung jawabannya, karena pemerintah kita menetapkan Iduladha tahun ini besok," ujarnya
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Sejumlah warga Kota Cimahi melaksanakan Salat Iduladha di Lapangan Pandiga, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Selasa (21/8/2018) pagi.
Sementara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI telah menetapkan Hari Raya Iduladha 1439 Hijriah, pada Rabu (22/8/2018).
Dalam pelaksanaan Salat Iduladha ini warga mengumpulkan donasi untuk korban bencana gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat.
• Pemain Asing Dominasi Daftar Top Scorer Liga 1 2018, Eks Striker Persib Bandung Berkomentar Begini
Selain itu, pelaksanaan Salat Idul Adha ini, meskipun dilaksanakan sejumlah warga Kota Cimahi terlihat tetap berjalan secara khusyu.
Menurut Kepala Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Cimahi, sekaligus Ketua DKM Masjid Agung Cimahi, Totong Solehudin, terkait perbedaan pelaksanaan Salat Iduladha di Kota Cimahi ini karena adanya perbedaan pemahaman agama.
MUI Akhirnya Keluarkan Fatwa untuk Vaksin MR, Haram atau Tidak? https://t.co/83pjdj45mB via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 21, 2018
"Asalkan ada pertanggung jawabannya, karena pemerintah kita menetapkan Iduladha tahun ini besok," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Selasa (21/8/2018).
Namun untuk mayoritas warga Kota Cimahi lainnya, kata Totong, dipastikan akan melaksanakan Salat Iduladha, Rabu (22/8/2018) sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Kementerian Agama RI.
Pihaknya juga mengimbau, untuk warga Kota Cimahi yang melaksanakan Salat Iduladha lebih baik mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Foto-foto Perjalanan Haji di Masa Lalu, Naik di Atap Bus sampai Warung Dekat Masjidil Haram https://t.co/YxBpEmHKnH via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 21, 2018
"Karena kita kan ada di Indonesia, jadi lebih baik ikuti ketentuan saja. Tapi kalau ada yang berbeda juga gak masalah," kata Totong.
Totong mengatakan, meskipun adanya perbedaan pemahaman agama khususnya dalam perbedaan Salat Iduladha, jangan sampai dijadikan perpecahan bagi sesama Agama Islam.
"Itu bisa meningkatkan kerukunan bagi sesama penganut Agama Islam. Jadi jangan sampai ada perpecahan karena perbedaan ini," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/salat-iduladha_20180821_161705.jpg)