Jalan 8,2 Km ke Pelabuhan Patimban Subang Segera Dibangun, Kerja Sama Pemprov Jabar dan Jepang
Pembangunan jalan akses Patimban ini akan dikerjakan oleh Simiju Corporation, PP Perumahan, dan PT Cipta Bangun Kontraktor.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Menurut Iwa, pembangunan akses Tol Cipali juga perlu didorong bersamaan karena berdasarkan target Pelabuhan Patimban sudah bisa beroperasi pada Februari 2020.
Iwa Karniwa menilai PT Jasa Marga yang mendapat konsesi untuk membangun tol tersebut bisa mengerjakan ini secara paralel.
• Respons Deddy Corbuzier Gara-gara Teguran KPI: Gimana Joget Vulgar atau Settingan Tak Mendidik
“Supaya seiring dengan penyelesaian Patimban, kalau jalan akses untuk tolnya sudah siap,” ujarnya.
Terkait pembebasan lahan di areal pelabuhan, Iwa Karniwa mengatakan dari keseluruhan bidang tanah, sebagian besar memiliki dokumen kepemilikan atau dokumen yang menjelaskan penguasaan yang sah, seperti sertifikat, girik, dan akte jual beli tanah.
Menurutnya, dalam proses ganti rugi atau kompensasi, pada kondisi lahan yang relatif sama, bukti kepemilikan selayaknya turut menentukan besaran kompensasi atau ganti rugi.
Hal ini karena bukti kepemilikan merupakan bukti resmi hak atas tanah.
"Pelabuhan Patimban diproyeksikan sebagai pelabuhan peti kemas terbesar kedua di Indonesia setelah Tanjung Priok. Pembangunan jalan akses patimban akan terkoneksi dengan jaringan ruas jalan nasional Pantura," katanya.
Pembebasan halannya, kata Iwa, sudah dilakukan dan kini tinggal dikerjakan pembanguannnya. Pelabuhan ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di utara Jabar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/iwa-karniwa_20180723_174716.jpg)