Kamis, 23 April 2026

Ceramah Ustaz Evie Dianggap Bisa Membingungkan, GP Ansor Imbau Warga Nahdliyin Bertindak Tenang

GP Ansor Kota Bandung dan Majelis Dzikir Rijalul Ansor (MDRA) mengimbau kaum Nahdliyin untuk bersikap tenang dan tidak mudah terbawa emosi

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bandung Hendra Guntara 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bandung dan Majelis Dzikir Rijalul Ansor (MDRA) mengimbau kaum Nahdliyin untuk bersikap tenang dan tidak mudah terbawa emosi, serta selalu mengedepankan kesantunan dan keramahan dalam menyikapi pernyataan yang dikeluarkan Ustaz Evie Effendi dalam ceramahnya beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Ustaz Evie dalam satu di antara video rekaman ceramahnya yang tersebar di media sosial, menjelaskan tentang Alquran surat Ad-Duha ayat 7 yang ternyata ia diduga telah menafsirkan sendiri tentang perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Hari Ini, Sidang Gugatan Cerai Antara Sule dan Line Berlanjut, Berikut 2 Poin Gugatan Sang Istri

Prabowo dan SBY Bahas Kandidat Cawapres Pagi Ini, Nama Tersisa AHY dan Sandiaga Uno

Hasil tafsirannya tersebut, dianggap sejumlah kalangan dapat menyesatkan umat, karena pernyataannya tersebut dianggap tidak dipertimbangkan terlebih dahulu.

Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bandung Hendra Guntara atau biasa disapa Hegun pun menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan Ustaz Evie Effendi dalam ceramahnya.

Menurutnya, pernyataan tersebut terkesan subjektif dan membuat bingung kaum muda Kota Bandung yang menjadi jemaahnya.

"Sebagai publik figur yang diterima para kaum muda, khususnya di Kota Bandung sebaiknya beliau mempertimbangkan penyampaian isi ceramahnya. Terutama menyangkut pandangan pribadi yang begitu saja diperkuat oleh Alquran," ujar Hegun di Kantor PCNU, Jalan Sancang, Kota Bandung, Kamis, (9/8/2018).

Hegun khawatir, pernyataan yang dikeluarkan Ustaz Evie berpotensi memancing tindakan dan pandangan negatif.

"Dikhawatirkan, hal tersebut mampu memancing tindakan dan pandangan negatif, mengingat dalam heterogenitas umat Muslim di Kota Bandung, banyak di antaranya yang meyakini peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu kebaikan, bukan kesesatan yang seperti dikatakan Ustaz Evie," katanya.

Ketua Majlisa Dzikir Rijalul Ansor (MDRA), Deni Rahmat menambahkan, kaum nahdliyin untuk bersikap tenang dan tidak mudah terbawa emosi.

"Jangan lupa juga untuk mengedepankan kesantunan dan keramahan dalam menyikapi pernyataan yang dikeluarkan sembari menunggu yang bersangkutan memberikan klarifikasi," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved