Pameran
VIDEO: Seniman Muda Etza Meisyara Pamerkan Karyanya di Lawangwangi Creative Space
SECARA khusus Etza Meisyara menampilkan sebanyak 25 karya terbarunya, yang terinspirasi dari hasil...
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pameran Karya Tunggal "Pasing By" baru saja dibuka secara resmi di Lawangwangi Creative Space, Jalan Dago Giri No 99A, Mekarwangi, Lembang, Bandung, Kamis (26/7/2018) malam.
Pada pameran itu, turut ditampilkan berbagai macam karya seni grafis dari seniman muda Etza Meisyara, yang dipamerkan pada 26 Juli hingga 26 Agustus 2018.
Secara khusus Etza Meisyara menampilkan sebanyak 25 karya terbarunya, yang terinspirasi dari hasil perjalanannya ke berbagai negara Eropa. seperti Inggris, Jerman, dan Islandia.
Yang menjadi unik dari karya Etza tersebut, yakni keseluruhannya menggunakan media berupa pelat tembaga.
Etza menuangkan karya grafisnya dengan kesan-kesan melankolis dari lingkungan yang asing ke atas pelat-pelat tembaga berisi citra yang dingin.
Perjalanan bagi Etza tak sekedar bertujuan untuk melepaskan diri dari rutinitas tetapi ada penggalan-penggalan pengalaman yang juga ia maknai.
Di balik keterasingan, ketersesatan, dan perasaan linglung, ada kesempatan untuk mengenal orang-orang baru atau hal-hal asing yang bisa memperluas sudut pandang seorang pengembara.
Karya-karya pada pameran tunggal ini menyuguhkan kesan-kesan melankolis yang mengajak kita untuk ikut menghayati rasa haru dari perjalanan Etza dan memaknainya menjadi kebijakan.
Meski perjalanan Etza hanya sekedar melintas, namun pelajaran berharga tentang toleransi dan empati kepada orang yang baru dikenali tentu bisa menjadi makna yang melampaui perjalanannya.
Etza Meisyara, seniman Karya Tunggal "Pasing By", menuturkan, tujuan diselenggarakannya Pameran Pasing by ini, karena ingin mempromosikan berbagai macam karya seni grafis pelat tembaganya ke masyarakat Bandung dan wisatawan mancanegara khususnya.
Berbagai hasil karya grafis pelat tembaga itu dipajang di beberepa sudut dinding ruangan yang berbalut warna putih dan warna hitam.
adapun bentuk seni grafis yang dipertunjukan terdiri dari pemandangan, sudut perkotaan, suasana bandara, orang naik kapal di tengah lautan, suasana di perumahan Eropa, dan lainnya. (*)