Jadi Perajin Jamparing atau Alat Panahan Tradisional, Heri Bisa Raup Jutaan Rupiah Per Bulan

Olahraga panahan yang sedang naik daun membawa berkah bagi para perajin kerajinan industri ekonomi kreatif pembuatan busur dan anak panah tradisional

Jadi Perajin Jamparing atau Alat Panahan Tradisional, Heri Bisa Raup Jutaan Rupiah Per Bulan
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Heri Suhana (kanan), satu di antara perajin jamparing saat ditemui di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (22/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Olahraga panahan yang sedang naik daun membawa berkah bagi para perajin kerajinan industri ekonomi kreatif pembuatan busur dan anak panah tradisional atau jamparing.

Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang banyak perajin yang membuat kerajinan peralatan memanah.

Distribusi penjualannya tidak hanya di tingkat provinsi juga nasiona, tapi dikirim hingga keluar negeri.

Ingat Dalang Asal Cirebon yang Tewas Tertimpa Sarang Walet? Dalang Bule Ini Ungkap Kedekatannya

17 Tahun Lalu Ngetop Lewat Meteor Garden, Penampilan Terkini Vic Zhou Hua Ze Lei Bikin Pangling

Dalam sebulan, para perajin itu dapat menghasilkan jutaan rupiah.

Adalah Heri Suhana, satu di antara perajin jamparing di Desa Jayagiri yang telah merasakan kesuksesan tersebut.

Menurutnya, selama tiga tahun dirinya telah menekuni pembuatan anak panah dan busurnya. Untuk satu set alat panah, dia hargai Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta.


"Ada 5-7 set alat panah per bulan yang terjual. Banyak yang pesan dari luar daerah bahkan ada dari Malaysia," kata Heri di lokasi produksi jamparing Dukdek Archery, di Kampung Genteng RT 3/13, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Minggu (22/7/2018).

Pertama kali membuat alat panahan ini, Heri mengaku berawal dari sebuah hobi bermain panah bersama warga sekitar, sehingga dirinya pun memutuskan untuk membuat sendiri dengan menggunakan bahan kayu dan bambu dari Lembang.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved