Jadi Perajin Jamparing atau Alat Panahan Tradisional, Heri Bisa Raup Jutaan Rupiah Per Bulan
Olahraga panahan yang sedang naik daun membawa berkah bagi para perajin kerajinan industri ekonomi kreatif pembuatan busur dan anak panah tradisional
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Olahraga panahan yang sedang naik daun membawa berkah bagi para perajin kerajinan industri ekonomi kreatif pembuatan busur dan anak panah tradisional atau jamparing.
Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang banyak perajin yang membuat kerajinan peralatan memanah.
Distribusi penjualannya tidak hanya di tingkat provinsi juga nasiona, tapi dikirim hingga keluar negeri.
• Ingat Dalang Asal Cirebon yang Tewas Tertimpa Sarang Walet? Dalang Bule Ini Ungkap Kedekatannya
• 17 Tahun Lalu Ngetop Lewat Meteor Garden, Penampilan Terkini Vic Zhou Hua Ze Lei Bikin Pangling
Dalam sebulan, para perajin itu dapat menghasilkan jutaan rupiah.
Adalah Heri Suhana, satu di antara perajin jamparing di Desa Jayagiri yang telah merasakan kesuksesan tersebut.
Menurutnya, selama tiga tahun dirinya telah menekuni pembuatan anak panah dan busurnya. Untuk satu set alat panah, dia hargai Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta.
Iis Dahlia Serang Balik Komentar Fatin, Sebut Harus Dididik Sopan Santun, Kini Upload Video Waode https://t.co/XAtF21hgVG via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 22, 2018
"Ada 5-7 set alat panah per bulan yang terjual. Banyak yang pesan dari luar daerah bahkan ada dari Malaysia," kata Heri di lokasi produksi jamparing Dukdek Archery, di Kampung Genteng RT 3/13, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Minggu (22/7/2018).
Pertama kali membuat alat panahan ini, Heri mengaku berawal dari sebuah hobi bermain panah bersama warga sekitar, sehingga dirinya pun memutuskan untuk membuat sendiri dengan menggunakan bahan kayu dan bambu dari Lembang.
Butuh waktu selama empat hari, kata Heri pembuatan satu panah beserta busurnya bisa terpakai.
"Ciri khas jamparing kami (Lembang) ini pada motif ukirannya dengan memakai etnik sunda. Dan pemesan pun bisa meminta motif jamparing yang diinginkan. Tapi, terkadang kayunya tidak ada, sedangkan stok bambu banyak," ujarnya.
Kerajinan ekonomi kreatif jamparing ini diakuinya telah mendapat persetujuan dan dukungan dari Muspida Lembang, karena dapat membuka lapangan pekerjaan dan dapat menjaga tradisi peninggalan orangtua dahulu yang telah ada sejak 1970-an," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komunitas Jamparing Giri Jaya Lembang, Nana Supriatna mengatakan bahwa panahan ini perpaduan antara seni dan olahraga tradisional yang sudah dimainkan sejak zaman kerajaan.
Persib Bandung Punya Modal Bagus Lawan Barito Putera Meski Lakoni Laga Tandang https://t.co/ZYpXodDmBm via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 22, 2018
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/heri-suhana-jamparing-saat-ditemui-di-desa-jayagir-kecamatan-lembang_20180722_171946.jpg)