Kamis, 16 April 2026

Kesaksian Para Bocah Thailand Bagaimana Selamat dari Gua yang 'Menelan' Mereka

Chanin "Titan" Wibrunrungrueang, 11 tahun, mengatakan, "Saya berusaha untuk tidak memikirkan makanan karena akan membuat saya lapar."

Editor: Ravianto
Montase Tribun Jabar (Facebook/ekatol via BBC/Tribunnews & AFP/Lillian Suwanrumpha via Kompas.com)
Tim sepakbola remaja asal Thailand yang terjebak di dalam gua selama 10 hari 

TRIBUNJABAR.ID, CHIANGRAI - Dua belas anak laki-laki yang diselamatkan dari gua banjir di Thailand utara berbicara di depan umum tentang pengalaman mereka untuk pertama kalinya, dengan menggambarkan penemuan mereka oleh tim penyelam sebagai "keajaiban".

Adul Sam-on, 14 tahun, satu-satunya anggota tim yang dapat berbahasa Inggris mengatakan kepada wartawan dia hanya dapat mengatakan "halo" saat penyelam Inggris muncul.

Mereka terjebak di gua Tham Luang selama lebih dua minggu.

Mereka meninggalkan rumah sakit pada hari Rabu (18/07) dan sekarang dalam perjalanan pulang.

Anggota tim Celeng Liar ini muncul dengan mengenakan seragam klub pada konperensi pers di Chiang Rai.

Mereka disambut dengan spanduk "Bawa Pulang Celeng Liar" di panggung yang dirancang mirip lapangan sepak bola.

Anak-anak ini menghadiri konperensi pers dengan memakai seragam sepak bola.
AFP
Anak-anak ini menghadiri konperensi pers dengan memakai seragam sepak bola.

Anak-anak ini muncul dengan anggota Navy Seals Thailand yang membantu penyelamatan mereka.

Satu anak menggambarkan bagaimana mereka hidup dengan mengandalkan air dari batu gua. "Airnya bersih," katanya. "Hanya air, tidak ada makanan."

Chanin "Titan" Wibrunrungrueang, 11 tahun, mengatakan, "Saya berusaha untuk tidak memikirkan makanan karena akan membuat saya lapar."

Anak-anak ini menghilang pada tanggal 23 Juni dan ditemukan para penyelam pada tanggal 2 Juli. Navy Seals kemudian memberikan mereka makanan dan pasokan lain.

Polisi di Depok Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Kepala, Warga: Dia Mondar-mandir Lalu Bengong

Febri Hariyadi Kini Tak Leluasa Menyerang, Ini Bedanya di Era Mario Gomez dan Djadjang Nurdjaman

Jangan Biarkan Memori Ponsel Penuh, Buang Sampah WhatsApp yang Tidak Penting Pakai Cara Ini

Kelompok ini mengatakan mereka menjadi dekat dengan para penyelamat selama lebih seminggu, sampai mereka akhirnya diselamatkan.

"Kami bermain dam," kata Titan. "(Anggota Navy Seal) Baitoey selalu menang dan dia adalah raja gua."

Para anggota Celeng Liar dan pelatihnya memberikan penghormatan kepada Saman Kunan, anggota Navy Seals Thailand yang meninggal saat menolong mereka.
EPA
Para anggota Celeng Liar dan pelatihnya memberikan penghormatan kepada Saman Kunan, anggota Navy Seals Thailand yang meninggal saat menolong mereka.

Pelatih tim, Ekapol Chantawong, yang diselamatkan dengan mereka, memuji Saman Kunan, anggota Navy Seal yang meninggal saat operasi.

"Kami terkesan karena Saman mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kami, agar kami dapat pergi dan melanjutkan kehidupan. Begitu kami mendengar beritanya, kami terkejut," katanya. "Kami sangat sedih. Kami merasa ... kami menyebabkan keluarganya bersedih."

Sebagian anak-anak ini mengatakan mereka akan belajar dari pengamalannya. Satu orang berjanji "akan lebih berhati-hati dan benar-benar menikmati hidup". Yang lainnya mengatakan, "Pengalaman ini mengajarkan saya agar lebih sabar dan kuat."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved